Versi printer-friendlySend to friendPDF version
-A A +A

REDAKTUR

REDAKTUR


Ardi Yunanto
| redaktur
Lahir di Jakarta, 21 November 1980. Setelah lulus dari jurusan Arsitektur di Institut Teknologi Nasional Malang, ia kembali ke Jakarta pada 2003, kota di mana ia dibesarkan. Sejak 2004 bergabung dengan ruangrupa dan sejak 2007 menjadi redaktur untuk Karbonjournal.org ini. Selain menulis dengan sangat tidak produktif, ia bekerja lepas sebagai penyunting, peneliti, desainer grafis, penyelenggara pameran, sambil terus meluangkan waktu menulis fiksi.

Farid Rakun
| redaktur
Lahir di Jakarta pada 1982, ia belajar arsitektur di Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada 2000 - 2005. Setelah terjun ke industri konstruksi selama empat tahun dan menjadi tukang gambar di Bali, New Orleans, dan Phnom Penh, ia memutuskan untuk rehat. Selain menjadi redaktur Jurnal Karbon sejak Januari 2010, saat ini ia menjadi asisten dosen di almamaternya.

Yoshi Fajar Kresno Murti
| redaktur koresponden Yogyakarta
Lahir di Sragen, Jawa Tengah, 1977, ia sekarang tinggal di Yogyakarta. Lulusan Jurusan Arsitektur Atmajaya Yogyakarta ini selama tigabelas tahun lebih bergelut dengan praktik dan wacana ruang-kampung-kota. Pada 2000 - 2008 ia bergabung bersama Yayasan Pondok Rakyat. Sejak 2008, ia bekerja sebagai Koordinator Riset dan Pengembangan Program di Indonesian Visual Art Archive (IVAA) di Yogyakarta dan terus menekuni praktik 'arsitektur ugahari' secara lepas. Kini, bersama teman-temannya, ia juga mengelola Yogyakarta Kampung Field School dan Sekolah Budaya mBrosot, di Kulonprogo, Yogyakarta.

Ifan Adriansyah Ismail
| kolomnis
Ia mengaku sebagai manusia diaspora. Meskipun baru lahir pada 16 Oktober 1979 dan hanya menjalani hidup di empat kota (Malang, Surabaya, Bandung, Jakarta), berani-beraninya ia merasa diri pengembara. Hal itu lebih disebabkan karena di keempat kota itu, tidak ada satupun yang bisa membuatnya menganggap salah satunya sebagai kampung halaman. Bisa jadi ia manusia bebas, bisa juga manusia tanpa rumah. Maka tidak heran jika pekerjaannya banyak dan berpindah-pindah. Ia pernah menulis acara komedi di televisi selama empat tahun. Sekarang, ia mengajar penulisan dan penyusunan skenario cerita komik di Akademi Samali dan menjadi redaktur bungsu di Rumahfilm.org. Kini ia menambah deretan pekerjannya dengan menulis kolom di Karbonjournal.org, hadir setiap bulan menemani Anda.

Eko S. Bimantara
| ilustrator kolom

Lahir di Jakarta 30 Mei 1988, ia tinggal dan menempuh pendidikan dasar dan menengah di Cileungsi, Bogor. Saat ini ia sedang kuliah di jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta. Aktif berkarya sejak 2004, mendalami ilustrasi kartun, komik dan karikatur sejak 2006 hingga sekarang, ia lalu bergabung dalam Serrum, komunitas Seni Rupa dan pendidikan di Jakarta Timur sejak 2008. Komiknya, telah diterbitkan sebagai buku dalam KRL (Komik Rada Lucu): Guru Berdiri Murid Berlari (Gradien, 2009).

Rani Elsanti
| penerjemah
Penerjemah dan editor lepas, lahir di Bandung, 10 November 1973. Sewaktu masih remaja pemarah, ia bawel menyatakan kebenciannya pada kota-kota besar, terutama Jakarta—tapi itu sebelum dia tahu bahwa ada lebih banyak penerbitan di Jakarta daripada di kota-kota lain di Indonesia (mungkin kecuali di Yogyakarta). Kesukaannya pada buku, bahasa, dan kata-kata (dalam urutan itu) mengatasi segala ketidaksukaan lainnya dan membawanya ke ibukota, tempat dia sekarang bisa ditemui cengengesan di metromini, menonton hiruk-pikuk kehidupan kota, dalam perjalanan ke rapat-rapat editorialnya. Dia masih percaya bahwa Jakarta kota gila, tapi kini sadar bahwa kegilaan itu pandemik. Bagaimana pun, semua kota bahagia mirip satu dengan lainnya, tapi kota gila, gila dengan caranya sendiri-sendiri.

Ilham
| webmaster
Lahir di Jakarta, 15 Agustus 1980. Lulus dari Bina Nusantara Jakarta pada 2004. Semenjak itu, ia melanglang buana dari kantor satu ke kantor lainnya dengan bekerja sebagai desainer grafis, desainer multimedia, desainer web, atau web programmer. Saat ini ia bekerja sebagai webmaster lepas dan hidup bahagia bersama seorang istri yang mengharmoniskan hidupnya.



 






Agus Bebeng
| fotografer koresponden Bandung
Lelaki kelahiran 1977 bernama asli Agus Hadyana ini lebih akrab dipanggil Bebeng. Ia menamatkan kuliahnya di Sekolah Tinggi Komunikasi (STIKOM) Bandung jenjang D3 konsentrasi Jurnalistik. Sebagai reporter dan fotografer, ia pernah mewarnai berbagai media internasional dan nasional; di antaranya Surabaya Post, Jurnal Nasional, dan Pikiran Rakyat. Kini, ia menjadi fotografer lepas di LKBN-Antaraphoto, sambil mewujudkan mimpinya belajar menjadi pawang hujan, demi terciptanya kondisi sepakbola Indonesia yang aman, nyaman, dan lancar tanpa hujan.

Andreas Eko Sardjono
| fotografer koresponden Jakarta & Tangerang

Lahir di Semarang, 5 Oktober 1979, ia dibesarkan di berbagai kota di Indonesia. Pernah kuliah di Jurusan Teknik Sipil di Institut Teknologi Nasional Malang, namun malah menamatkan kuliahnya pada jurusan Grafis & Animasi Film di STT STIKMA Internasional Malang. Pada 2006 ia tinggal dan bekerja di Jakarta sebagai editor video di salah satu rumah produksi serta sebagai visual effect artist dan director of photography lepas. Bergabung di www.karbonjournal.org sebagai Fotografer Koresponden Jakarta & Tangerang sejak April 2009. Hingga detik ini ia masih berusaha keras untuk mengejar cita-citanya sebagai sutradara.

Ary Sendy a.k.a Jimged
| fotografer Jakarta

Lahir di Jakarta, 23 November 1978. Menamatkan kuliahnya di Institut Kesenian Jakarta, Jurusan Fotografi. Saat ini ia tinggal di Jakarta dan bekerja sebagai fotografer lepas. Aktif berpameran sejak 2004 hingga kini. Pameran tunggal terakhirnya adalah “SLIMMER” di RURU Gallery, Jakarta, pada 2008.

Argus ‘Firdaus’ Firmansah
| fotografer koresponden Bandung
Lahir di Bandung, 15 Mei 1979, ia lulusan jurusan Teater di STSI Bandung. Pada 2003, sempat aktif di Aliansi Indonesia Festival dan pada 2004-2006 menjadi editor Jurnal Panggung di STSI Bandung, serta menulis esai untuk Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA). Ia pindah ke Jakarta menjadi reporter dan fotografer di Indexpress, NAGARA, IBUKU, harian Jurnal Nasional serta tabloid Koktail, dan menulis di Pikiran Rakyat. Mulai 2008 menjadi kontributor foto untuk majalah ARTi, dan kini aktif di Republic Entertainment sebagai fotografer dan penulis lepas pada program-program di Bandung.

Armin Hari
| fotografer koresponden Makassar
Lahir di Pinrang, 8 September 1978. Setelah menyelesaikan kuliah di Jurusan Sastra Inggris, Universitas Hasanuddin, ia sempat bekerja selama dua tahun lebih di sebuah bank pemerintah di Makassar. Ketika kuliah, bersama teman-temannya ia mendirikan Komunitas Ininnawa yang merupakan hasil kegelisahan melihat rendahnya apresiasi sastra dan kebiasaan membaca di kalangan mahasiswa. Semenjak 1999 hingga sekarang, ia aktif melakukan kegiatan peningkatan apresiasi sastra dan kesadaran membaca, menjadi peneliti dan fasilitator lepas di beberapa NGO lokal dan internasional, dan menjadi penerjemah di Penerbit Ininnawa. Ia tergabung dalam Perkumpulan Fotografer Makassar dan menjadi pewarta jurnalisme orang biasa di www.panyingkul.com.

Alem Febri Sonni | fotografer koresponden Makassar
Lahir di Padang, Sumatra Barat, 23 Februari 1974. Ia menyelesaikan studi di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Hassanudin pada 2001, dan langsung diangkat menjadi dosen tetap di Jurusan Ilmu Komunikasi almamaternya tersebut. Pada 2007, ia menyelesaikan program Master di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada Jurusan Manajemen Komunikasi. Saat ini ia adalah ketua harian Perkumpulan Fotografer Makassar (Performa).