-A A +A
Versi ramah cetakPDF version

Aku menutup mata, maka aku ada (dan yang lain tidak)

Ifan Adriansyah Ismail
28 Juli 2011



Sumbunya tersulut di sebuah hari di awal Juni 2011.

Saat itu, sebuah komunitas memperkenalkan diri melalui video YouTube sebagai komunitas yang ingin menyajikan ulang Pancasila dan keindonesiaan sebagai sesuatu yang keren di mata anak-anak muda. Tentu ini patut diberi salut. Sesaat saya bersyukur, akhirnya ada yang berbuat lebih daripada saya yang selalu mengomel saja di kolom seperti ini. Dari fenomenanya, komunitas ini adalah bagian dari gelombang gerakan sosial dewasa ini yang ingin menyegarkan lagi semangat keindonesiaan, seperti acara Provocative Proactive, situs GNFI (Good News from Indonesia), dengan tingkat keberhasilan yang berbeda-beda.

Dalam metodenya, mereka mengadaptasi cara komunitas RSA (Royal Society for the Encouragement of Arts, Manufactures and Commerce) berpresentasi, yaitu dengan menganimasikan ilustrasi yang digambarkan mengiringi sebuah presentasi. RSA sendiri adalah sebuah komunitas internasional yang menjadikan diri sebagai forum terbuka untuk berbagi ide dan pencerahan, mirip dengan TEDx dan PechaKucha yang lebih dulu populer di Indonesia. Sekali lagi, patut diberi salut.

Namun video itu lalu memancing polemik ketika di dalam presentasinya mereka menyebut betapa “… Indonesia memang beda dengan bangsa lain di dunia. Juga beda dengan rumpun bangsa Melayu yang hanya bisa meniru…”

Melayu? Peniru? Mereka baru saja menuding ke sebuah bangsa/ras. Dan tuduhan semacam itu bisa menjadi serius, kawan.

Agaknya wajar jika lantas banyak yang keberatan, karena anggapan yang bersifat menuding ini menunjukkan beberapa kesalahan yang sangat mendasar. Pertama, menggeneralisir Melayu sebagai bangsa dengan karakteristik tertentu minimal sudah menunjukkan sikap rasialis. Kedua, ada problem serius dalam ingatan dan pengetahuan sejarah jika mereka yang berada di balik video ini menganggap dirinya “bukan Melayu”. Tentu itu jika kita menerima konsep Melayu sebagai rumpun suku dan ras yang nyatanya mencakup sebagian besar Indonesia sendiri. Jika kita bersikukuh dengan konsep Melayu sebagai ras/bangsa yang berbeda (dari Jawa dan Sunda, misalnya), maka masalah sama buruknya. Lupakah bahwa jutaan saudara sebangsa sendiri adalah ras Melayu yang tersebar minimal di seantero Sumatera?

Tapi baiklah, terlepas dari keabaian terhadap sejarah dan konsep ke-Melayu-an, tentu kita bisa menebak: yang dimaksud sebagai peniru hina itu adalah negeri jiran Malaysia. Seberapa tidak kreatifnya sebetulnya “bangsa Melayu” itu? Mari kita tengok.


Kembali ke khittah kolom: TV
Terus terang pengamatan ini memang hanya bisa dilakukan saat kita memiliki akses ke kanal saluran TV berbayar internasional, dalam hal ini Disney Channel dan Asia Food Channel. Cukup dengan menelusuri jadwal acaranya saja, kita akan bisa melihat kenyataannya—kalau memang mau melihat— bahwa kita ketinggalan start, lalu sibuk menuduh mereka curang tapi tak kunjung berlari juga.

Sebutlah yang paling kita kenal: Upin-Ipin, misalnya. Terpincut oleh kebersahajaan isinya, produser Disney Channel di Singapura memutuskan untuk membeli hak tayangnya. Lalu ada lagi karya-karya animasi Malaysia lain yang juga berhasil memamerkan diri di saluran Disney Asia, seperti Boboi Boy, Bola Kampung, dan Mat Kacau. Untuk produk siar non-animasi, ada Waktu Rehat, komedi situasi anak-anak sekolah yang hanya berlokasi di satu titik di sekolah itu. Lalu ada Kelas 6C, drama anak-anak yang bernuansa nostalgik ingin menampilkan kenangan bersekolah di Malaysia era 1980-an.

Di Asian Food Channel, berderet acara kuliner dan wisata Malaysia, seperti Icip-icip, Ho Chak, dan sebagainya. Jujur, miris hati ini melihat mereka bisa mempromosikan resep-resep kuliner yang—terima sajalah—memang telah menjadi milik nasional Malaysia ke tataran dunia. Di salah satu episode-nya pernah tampil sebuah rumah makan Padang yang terletak di sebuah jalan di kota Johor. Memang sang pemandu acara menyebutkan bahwa kuliner Padang berasal dari Sumatera di Indonesia. Legakah kita? Cukup begitu saja? Sementara itu, dunia menatap ke Malaysia dan tertarik ke sana.

Saya percaya banyak dari para aktivis gerakan-gerakan “Indonesia keren” yang cukup memiliki kemampuan untuk bisa mengakses tayangan-tayangan tersebut. Tinggal masalah apakah kita menutup mata, atau menampik kenyataan itu dengan anggapan di dasar hati, bahwa “kalau hanya begitu, kita juga bisa”? Nyatanya Malaysia bisa, dan acara-acara itu pun ditayangkan oleh saluran televisi bercakupan dunia, atau minimal setidaknya Asia. Saat gajah di pelupuk mata menutupi pandangan, “kuman-kuman” di seberang lautan itu aktif mempromosikan dan mengekspor nilai dan budaya mereka. Selagi “Indonesia yang keren” ini berkutat dengan kebanggaannya sendiri, “peniru-peniru” dari Melayu…, maaf, Malaysia itu giat dalam kompetisi budaya tataran internasional dengan sarana televisi.

Pertanyaan yang tersisa sederhana: kenapa kita tak kunjung membuat yang seperti itu?


Biang Kerok segi Politik-Ekonomi
Terbayang oleh saya sederet alasan yang bisa dilontarkan. Misalnya, “Kan mereka didukung negara!” atau, “Kan mereka punya akses mudah ke channel-channel internasional!”

Salah siapa? Kita bisa menyalahkan infrastuktur di sini, dan betapa dukungan untuk industri kreatif masih sebatas wacana dan hype belaka, sementara kejelasan dan kemauan untuk menciptakan suasana yang kondusif untuk itu belum juga tampak. Misalnya kemudahan pendanaan, perizinan, akses pasar ke dunia internasional yang mudah, dan sebagainya. Ketiadaan suasana yang kondusif itu membuat lahan industri konten siar kita bagaikan rimba yang ganas. Saling caplok, saling mangsa, bernyaman diri, sementara “penjaga rimba”-nya ongkang-ongkang kaki menerima setoran dari para predator. Tidak heran jika para PH (rumah-rumah produksi) di sini terjebak dalam dua pilihan ekstrim. Yang masih kecil—dan mungkin idealis—harus berjibaku di bawah ancaman ketiadaan infrastuktur dan hukum rimba tadi sehingga “terpaksa” melakukan pekerjaan serampangan hanya demi bertahan hidup. Yang sudah besar dan bermodal lebih dari cukup malah telanjur nyaman dan kehilangan visi, lalu dengan sukarela melakukan pekerjaan serampangan demi menggemukkan diri. Aneh, memang. Dua titik ekstrim, tetapi sama-sama serampangannya.

Tunggu. Masih ada alasan lain. “Kan mereka membajak tenaga kreatif kita!”

Yang ini jelas masih terkait dengan penyebab utamanya. Kenapa tenaga-tenaga kreatif kita tidak bisa berkembang di sini? Untuk kasus industri animasi misalnya, beberapa studio animasi di Jogja ternyata banyak yang mengerjakan pesanan animasi dari Malaysia. Intinya, kita menukang, dan mereka yang punya visi dan ide. Akibat lanjutannya: tidak peduli animasi Malaysia banyak yang sesungguhnya karya “anak bangsa”, narasi dan kisah yang tersaji ke dunia adalah narasi milik Malaysia sebagai bangsa. Sekali lagi, salah siapa?


Biang Kerok segi Sosial-Budaya
Baiklah. Kita sudahi keluhan soal minimnya dukungan pemerintah. Mari kita asumsikan insan-insan kreatif kita cukup punya keahlian dan modal untuk membuat konten siar—animasi ataupun live action—yang bermutu sambil mempersetankan acuhnya pemerintah. Namun punyakah kita sebuah visi yang luas?

Karena dari segi kreatif, saya kira kunci keberhasilan produksi acara-acara Malaysia terletak pada penyeimbangan tiga hal. [1] Kelokalan, yaitu kesederhanaan untuk menceritakan secara jujur dan bersahaja keseharian mereka sendiri dengan pondasi kisah lokal yang kuat; [2] kesadaran global, yaitu kesadaran untuk menceritakan kisah dalam tataran internasional, sehingga selalu berhasil menembus batas-batas budaya tanpa melupakan budaya. Di sini, positioning Malaysia dengan brand-nya “Truly Asia” betul-betul dimanfaatkan dan diolah. Branding yang cair dan jenial itu memungkinkan Malaysia secara umum melakukan konstruksi identitas secara aktif dan berkelanjutan. Yang terakhir adalah [3] kedekatan, yaitu kesadaran untuk peduli dan dekat pemirsanya tanpa harus terjerumus menghamba buta kepada “keinginan penonton”. Dengan meramu secara tepat tiga unsur itu, terciptalah karya-karya yang membumi, mengakar, tetapi juga penuh percaya diri berbicara ke panggung dunia.

Izinkan saya untuk memberi penekanan kepada tiga hal itu, karena saya khawatir, justru di sini kita lemah parah. Jangankan menyeimbangkan, ada atau tidaknya tiga unsur itu saja masih bisa dipertanyakan. Kenapa? Karena wacana industri kreatif Indonesia secara umum masih diracuni oleh tiga hal pula.

Yang pertama adalah nasionalisme sempit. Rasa goyah dan ketidakpercayaan diri sebagai bangsa—yang mungkin disebabkan krisis menahun segala bidang—menyebabkan kita bernaung di situ. Tengoklah kejadian sekitar Agustus 2010, ketika popularitas Upin-Ipin menyebabkan beberapa orang tokoh dan anggota DPR menjadi pendek akal, lalu mengusulkan pemboikotan acara itu dan menggantinya dengan Si Unyil semata karena alasan nasionalisme. Meneguhkan identitas diri dengan menampik yang lain? Apakah saya mencium gejala rendah diri yang kronis?

Harap diingat pula bahwa nasionalisme tidak serta merta membuat kita kuat dalam aspek kelokalan, karena bukankah nasionalisme adalah sesuatu yang dikonstruksi mati-matian, sementara kelokalan tumbuh secara alami dan jarang diperhatikan? Mental seperti ini berefek ganda. Selain menghambat kemampuan bersuara di tataran internasional karena malah sengaja mendirikan tembok batas, juga menyebabkan kita terbuai kejayaan budaya masa lalu (“Wayang! Candi! Batik!”) sembari melupakan proses panjang dan interaktif yang dilalui oleh leluhur untuk menghasilkan karya-karya budaya itu. Ujung-ujungnya, jika mental ini berlanjut, kita hanya menjadi jago kandang, yang bahkan di kandang sendiri pun nyatanya tidak jago-jago amat.

Racun kedua adalah penyakit pretensius. Kegandrungan beberapa elemen masyarakat kepada “pesan moral” dan “petuah” telah membuat kita terbata-bata sendiri untuk menceritakan kisah yang bersahaja. Kita menjadi tidak lancar bercerita. Kita terbebani oleh keharusan mengkhotbahkan hikmah dan petuah. Bukan berarti lantas saya anti terhadap “hikmah dalam kisah”, tetapi jujur sajalah, gejala yang satu ini bisa terjawab jika kita mau jujur menjawab pertanyaan, “Konten kreatif kita itu mau bercerita atau mau menasihati?” 

Racun ketiga adalah sesuatu yang entahlah penyebab atau akibat reaktif dari dua racun sebelumnya, yaitu nihil nilai. Inilah penyakit yang paling tampak gejalanya dalam industri televisi kita dalam bentuk sensasionalisme, humor kering makna, farce tak berkesudahan, artifialisme, paceklik gagasan..., dan lain-lainnya yang saya takutkan hanya menambah sekian paragraf berupa rentetan belaka.

Kita orang Indonesia yang kebetulan terdidik boleh saja menganggap pola pikir yang beredar di Malaysia tampak naif. Humor mereka seringkali terlihat lugu, ketinggalan zaman, dan bahkan ndeso. Namun adakah kita berpikir, jangan-jangan ke-ndeso-an mereka yang digabung dengan kesadaran global tadi yang membuat mereka fasih bersuara ke dunia internasional? Jangan-jangan itu yang membuat Upin-Ipin, Boboi Boy, Mat Kacau, Waktu Rehat, Kelas 6C dan lain-lain bisa dengan bangga mempersembahkan diri ke dunia?

Kalau sudah begini kasusnya, lalu siapa sebetulnya yang dimaksud dengan “bangsa Melayu yang hanya bisa meniru” itu? Dan omong-omong, bukankah metode presentasinya juga bisa dibilang “meniru” RSA?***




 


ilustrasi oleh Eko S. Bimantara

Komentar

Obat Peninggi Badan Herbal Grow Up Super

Obat Peninggi Badan Herbal  Grow Up Super Cepat  Adalah Salah Satu Obat Peninggi Yang Sangat Terkenal Di Negara Amirika Serikat Dan Obat Ini Sangat Cepat Meninggikan Badan Alami Secara Singkat, 1 Bulan Bisa Meninggikan Badan 5 Sampai 10 Cm Hasilnya Permanen.

Obat Peninggi Badan Herbal Grow Up Super, Atau Yang Di Sebut Dengan Hormon Pertumbuhan Tulang, Adalah Hormon Yang Beberapa Dalam Mengendalikan Pertumbuhan Otot Dan Organ Tubuh Lainya, Mempengaruhi Kecepatan Pertumbuhan Tubuh Dengan Baik, Bila Anda Merasa Pertumbuhan Kurang Baik, Sebaiknya Mengkomsumsi Obat Peninggi  Badan Grow-Up Super Ini.

Produk Terkait : obat pelangsing badan

Obat Peninggi Grow-Up Super Banyak Di Komsumsi Para Olahragawan, Mahasiswa, Angkatan Atau Militer Untuk Memper Cepat Pertumbuhan Badan, Agar Cepat Tinggi Dalam Kadar Propesional Untuk Memenuhi Setandar International.

Obat Peninggi Grow-Up Untuk Usia 10 Sampai 30 Tahun, Produk Ini Tercipta Dari Inovasi Baru Yang Di Dungkung Oleh Riset Di Amirika Serikat Dan Bukti Obat Peninggi Badan Alami Grow-Up Super Yang Di Ambil Dari Rempah-Rempah Alam Yang Di Proses Dengan Teknologi Mutahir Oleh Para Dokter Dan Ilmuan Di Amirika Serikat. Secara Klinis Setelah Tercipta Obat Peninggi Badan Herbal, Banyak Permintaan Di Jual Bebas Ke Halayak Karena Begitu Hebatnya Dan Terbukti nyata Tanpa Efek Samping 100% Aman Di Komsumsi 100% Aman.

Manfaat Obat Peninggi Badan Herbal Grow-Up Super :

1. Merangsang Pertumbuhan Tulang Dengan Cepat

2. Memberi Kalsium Dan Nutrisi Komplit Pada Tulang

3. Memperkuat Oleh Ginkgo Biloba Sebagai Nutrisi Otak / Iq

4. Menjaga Kesehatan Dan Setamina Tubuh Tetap Vit

5. Aman Untuk Semua Umur Pria maupun Wanita

Aturan Minum Obat Peninggi Grow Up Super :

1. 8-12 Tahun : 2 Kabsul, 3X Sehari ( Kurangi Dosis Untuk Usia Di Bawah Umur )

2. 12-20 Tahun : 3 Kabsul 3X Sehari ( Di Minum Dengan Menggunakan Air Putih Hangat )

3. 20-40 Tahun : 5 Kabsul 3X Sehari ( Diminum Dengan Menggunakan Air Teh Hangat ), Jahukan Dari Sinar Matahari Simpan Di Tempat Sejuk Dan Kering

Spesifikasi :

Asal Negara : Amirika Serikat

Kemasan 1 Botol Isi 250 Kabsul Herbal

Produk Obat Peninggi Herbal Super Cepat Dan Alami Ini Di Jamin Asli Kualitas Dan Mutu Produk Amirika Serikat 100% Herbal Alami Import.

Info Pemesanan Produk Obat Peninggi Badan Herbal Grow Up Super Call Center Kami Di Bawah Ini.

Tlp. 085200382224

Sms. 082225069789

Pib BB. 326C7119

Obat Bius Obat Tidur Asli Ampuh Liquid Sex Cair

Obat Bius Obat Tidur Liquid Sex Adalah Obat Yang Sering Di Gunakan Untuk Pembiusan Atau Menghilangkan Kesadaran Secara Total Bagi Anda Yang Mengkonsumsinya. Terkadang Orang-Orang Memerlukan Obat Bius Sebagai Salah Satu Metode Untuk Membius Atau Membuat Ngantuk Secara Cepat Dan Efektif. Namun Obat Bius Obat Tidur Itu Sering Kita Gunakan Untuk Kita Yang Susah Tidur. Dikarenakan Kita Sering Bergadang Dan Adanya Tuntutan Untuk Pekerjaan Yang Membuat Kita Untuk Menggunakan Obat Bius Obat Tidur Liquid Sex Cair Ini.

 

Obat Bius Obat Tidur Cair Liquid Sex Adalah Obat Bius Yang Berguna Untuk Membius Wanita Sampai Pingsan Atau Tepar Dengan Cepat. Obat Bius Obat Tidur Ini Terkadang Berguna Untuk Masalah Dalam Rumah Tangga, Obat Bius Ini Sangat Cocok Bagi Pasangan Yang Sudah Berumah Tangga Dan Istri Yang Sedang Mengalami Penurunan Gairah Sex Atau Melakukan Hubungan Intim.

 

Obat Bius Obat Tidur Wanita Liquid Sex Adalah Obat Bius Buatan Jerman Yang Berguna Untuk Membius Pria Dan Wanita Sampai Pingsan. Kemampuan Obat Bius Obat Tidur Alami Liquid Sex Memang Tidak Diragukan Lagi. Bagi Anda Yang Ingin Membius Wanita Gunakan Obat Tidur Cair Ini Saya Jamin Wanita Akan Pingsan Bebarapa Menit. Memang Banyak Sekali Obat Bius Yang Beredar Namun Obat Bius Original Liquid Sex Merupakan Obat Bius No 1 Di Dunia.

 

 

Obat Bius Atau Obat Tidur Paling Ampuh Manjur Adalah Obat Bius Liquid Sex Kenpa Liquid Sex…… Karena Obat Bius Ini Sudah Di Ramu Oleh Ilmuan Jerman Yang Bermanfaat Untuk Membius Atau Atau Menghilangkan Kesadaran Dalam Jangka Waktu 5-6 Jam. Pada Umumnya Obat Bius Liquid Sex Ini Sering Di Gunakan Oleh Beberapa Dokter Di Jerman Untuk Membius Pasienya Agar Cepat Tertidur. Namun Sekarang Obat Bius Atau Obat Tidur Ini Di salah Gunakan Sebagai Obat Bius Untuk Membius Pria Dan Wanita. Sering kali Obat Bius Ampuh Ini Digunakan Untuk Membius Wanita Agar Mau Berkencan Dengan Pria.

 

Kelebihan Obat Bius Atau Obat Tidur Liquid Sex :

 

Obat Bius Wanita Ini Tidak Berasa Dan Tidak Berwarna Jadi Sangat Aman Untuk Digunakan Apabila Anda Mencampurkan Dengan Air Minuman Apa Saja.Obat Bius Cair Ini Memberikan Rasa Nyaman Bagi Anda Yang Meminumnya Jadi Tidak Akan Ketahuan Apabila Anda Mencampurkan Dengan Air Minum.Aturan Minum Obat Bius Liquid Sex Cair :

 

Tuangkan Obat Bius Alami Liquid Sex 10 Tetes Pada Air Minum Apa Saja Yang Sekiranya Dia Suka. Lalu Aduk Biar Tercampur Rata, Lalu Berikan Kepada Istri Anda, Dalam Jangka Beberapa Menit Istri Anda Akan Tertidur Dengan Nyaman.

 

Artikel Terkait : Obat Perangsang Wanita

 

Keterangan Produk :

Asal Negara : Jerman

Kemasan : Botol Isi 15ml

 

Harga Obat Bius Wanita Cair Liquid Sex

Rp. 200.000;- Obat Bius Alami Liquid Sex Paling Ampuh

 

Info Pemesanan Liquid Sex Cair Alami Call/SMS No. Dibawah Ini :

Call : 082 324 967 333

Pin BB : 5F9FB5D9

good jobs

<i><a href="http://obatpembesarpenis.co.id/agen-vimax-indonesia/</a></i>

Wonderful site and I wanted to post a note to let you know, ""Good job""! I’m glad I found this blog. Brilliant and wonderful job! Your blog site has presented me most of the strategies which I like. Thanks for sharing this.

  I can see that you are are genuinely passionate about this! I am trying to build my own website and youve helped me with some great information.

i always want to read something new and finally i found something new here thanks for wonderful sharing.

Thank you for the very nice site content was excellent.

Tfw you spend more time prrepping your stage intro than the actual match...

Can't wait to see lich bane kassadins in solo queue...

Add comment

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <p><br>

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.