-A A +A
Versi ramah cetakPDF version

Tontonan terpaksa tuntunan

Ifan Adriansyah Ismail
19 Maret 2011



Apa jenis celaan yang belum dikatakan tentang sinetron? Nyaris tidak ada, barangkali. Mulai dari yang paling santun dalam seminar-seminar pendidikan sampai umpatan paling kasar dalam forum di ranah daring. Tidak masalah. Di balik celaan tentu ada tuntutan. Maka jika sinetron dituntut untuk lebih bermutu, masuk akal, sehat, dan sebagainya, itu pun tidak masalah. Namun ada satu benang merah tipis yang mendasari semua tuntutan pada sinetron, yaitu pada masalah “mendidik” atau “tidak mendidik”-nya suatu sinetron. Jika Anda perhatikan, para pendidik, orang tua, dan mereka yang ikut-ikutan, semuanya berharap bahwa sinetron (dan pada level lebih luas: Kisah, dengan “K” besar) haruslah mendidik.

“Mendidik”? Saya kok baru sadar jika selama ini orang mengharap sebuah kisah bisa menggantikan guru? Lebih tegasnya lagi, saya semakin tertegun saat membaca status Facebook seorang kawannya kawan. Seorang ibu muda memuji habis-habisan sinetron Ketika Cinta Bertasbih dan Islam KTP karena memberikan pesan moral yang nyata, sehingga itu dikatakan mendidik, dan artinya, bermutu. Bagi sebuah bangsa, kehadiran Kisah adalah sebagai pantulan dari kenyataan tentang dirinya. Dari Kisah, para penikmatnya memaknai ketakberaturan hidup, dibuat senang, diajak sedih, dan pada akhirnya mengambil makna. Syukur-syukur mengambil pelajaran. Tetapi haruskah sebuah kisah itu “mendidik”?

Masalah yang menjepit dunia kisah ini pernah dibicarakan panjang lebar oleh sastrawan Budi Darma dalam tulisannya “Moral dalam Sastra” yang dimuat bersambung dalam majalah Basis edisi nomor 2 dan 3 tahun XXXI, berturut-turut Februari dan Maret 1982. Intinya, Budi Darma mempertanyakan tuntutan masyarakat yang entah sejak titik mana mulai menuntut bahwa Kisah harus bertalian erat dengan moral dan pelajaran untuk dipetik. Contohnya, seperti dalam kasus surat pembaca Kompas pada 1 Oktober 1981 yang memuji karya-karya Arswendo, karena dianggap mendidik dan artinya bermutu. Barangkali Arswendo pun rikuh dengan rentetan logika yang kini semakin mewabah itu. Dengan cantik dia menjawab bahwa tema yang mendidik tidak ada hubungannya dengan mutu.

Tuntutan yang dirasa salah tempat ini membuat dunia Kisah terbelah dalam kubu “bermoral” dan “tak bermoral”. Penulis semacam Habiburrahman el-Shirazy misalnya, menuntut sosok yang sempurna dari tokoh-tokoh novelnya sebagai tahap lanjut dari kisah yang “mendidik”. Di kubu satunya, pembuat film semacam Joko Anwar menolak beban itu dan memusatkan usahanya pada membuat film yang “bermutu”, tanpa harus mendidik. Apresiasi dari masyarakat pun ikut terbelah. Kalangan yang beraliran “moralis” menuntut kisah yang mendidik dalam artian sempit, yaitu didaktis dan cenderung menggurui. Yang menolak akhirnya pun bersikap ekstrim. Mereka memilih berhura-hura dalam kisah yang ujung-ujungnya tidak berarah, sehingga dapatlah kita karya-karya semacam horor yang tak tergarap atau sinetron tanpa ujung.

Sungguh iklim yang tidak sehat bagi perkembangan Kisah. Lalu, bagaimana seharusnya Kisah menempatkan diri? Di bagian penutup tulisannya Budi Darma memberi kita semacam kesimpulan bahwa Kisah memiliki mekanismenya sendiri untuk membagi “pesan moral”-nya kepada para penikmatnya, yaitu katarsis. Dengan mekanisme psikologis itu, tidak peduli apakah kisahnya berakhir sedih, penuh kejahatan, atau berujung semanis madu, penikmatnya mengendapkan makna seusai menikmati kisah. Istilah mudahnya, mengambil pelajaran sendiri. Tentu saja proses ini menuntut syarat dari dua arah. Pertama, pembuat kisah harus mampu menyelami hakikat pada level manusia—dan tentu pada level masyarakat—untuk menghasilkan karya yang menggugah. Kedua, penikmat harus bersedia berpikir untuk bisa mengambil makna kisah bagi dirinya sendiri. Repotnya, justru tampaknya kepekaan semacam ini yang hilang dari pembuat kisah. Dan dari sisi penikmat, kita menyaksikan sendiri bahwa segolongan masyarakat kita lebih suka “dididik” dengan cara yang didaktis seraya tak peduli jika kekayaan kisah menjadi kering, dan sialnya, sambil menuntut bahwa semuanya harus seperti itu.

Mungkin patutlah bagi kita memahami situasi yang menjepit pembuat kisah—dan di antaranya pembuat sinetron. Masyarakat dari bumi Nusantara ini, yang begitu kaya dengan khazanah kisah, entah sejak kapan meletakkan harapan yang meleset dari sebuah kisah, sementara pembuat kisah tidak cukup mampu menyiasatinya.

Apakah sinetron betul-betul tidak mampu menyiasatinya? Tentu saja sangat mampu, tetapi—beranikah saya katakan ini—salah arah. Bukannya berusaha mengubah persepsi tentang Kisah lewat kisah yang bermutu, kebanyakan justru menghamba sambil berkelit di balik atribut. Demi menyenangkan pasar, sinetron kerap menggunakan atribut yang membuatnya seolah-olah bermoral untuk menutupi fakta bahwa sebagai kisah, dirinya kosong melompong dari kehendak untuk memberikan makna. Maka tidak aneh jika lantas kita melihat kata-kata bernuansa saleh bertebaran dalam konteks yang ganjil. Misalnya ketika Fitri dalam Cinta Fitri berujar, “Ya Allah, semoga aku bisa lolos dari kejaran Miskha.” Atau doa Baim, “Tolong Baim, ya Allah,” yang kemudian sempat menjadi frase olok-olok di dunia Twitter ketika menggambarkan kondisi sedang merana. Atau yang paling heboh, ketika Supergirl Manohara mengucap “Bismillah” sebelum melesat terbang.

Ketika atribut-atribut pelipur lara ini tidak sepenuhnya mempan (meski masih ampuh bagi sebagian orang), muncul tren baru dalam sinetron, yaitu yang sepenuhnya berkehendak untuk mendidik pemirsanya dalam soal agama. Dari sederetan sinetron tren baru ini, sepertinya hanya Para Pencari Tuhan yang masih bisa diterima, semata karena Deddy Mizwar sudah lebih kawakan dalam hal menyelami hakikat manusia tadi itu, meskipun memang ada niat “mendidik”.

Sebaliknya, epigon Para Pencari Tuhan semacam Islam KTP masih terbata-bata, dan terjatuh dalam perangkap paling klise masyarakat kita yang terus mengharapkan sinetron yang “mendidik”. Sebagai sesuatu yang “mendidik”, barangkali memenuhi syarat. Tetapi sebagai kisah, nanti dulu. Lagi pula, tampaknya apa-apa yang “mendidik”  itu pun masih harus dipertanyakan. Tempo hari, 9 Maret 2011, Islam KTP sukses membuat istri saya gusar karena tokoh kyai yang jadi panutan pada sinetron itu mengajarkan bahwa wanita wajib disunat karena... nafsunya terlalu besar.

Jujur saja, mendengar itu, serasa saya yang mengalami PMS. Mendidik macam apa sih yang sebetulnya diharapkan? ***



 


Ilustrasi oleh Eko S. Bimantara.

Komentar

 I’m really impressed with your article, such great & usefull knowledge you mentioned here. 

I am very enjoyed for this blog. Its an informative topic. It help me very much to solve some problems. Its opportunity are so fantastic and working style so speedy. I think it may be help all of you. Thanks a lot for enjoying this beauty blog with me. I am appreciating it very much! Looking forward to another great blog. Good luck to the author! all the best!

For Free Query Visit:-

movers and packers Bangalore

http://www.shiftingexpert.in/packers-and-movers-bangalore.html

movers and packers Mumbai

http://www.shiftingexpert.in/packers-and-movers-mumbai.html

Movers and Packers in Hyderabad

http://www.shiftingexpert.in/packers-and-movers-hyderabad.html

Movers and Packers Pune                          

http://www.shiftingexpert.in/packers-and-movers-pune.html

Packers and Movers Gurgaon

http://www.shiftingexpert.in/packers-and-movers-gurgaon.html

Movers and Packers Delhi

http://www.shiftingexpert.in/packers-and-movers-delhi.html

There are so many website generating money but this one is totally different as you can get cash directly from the paypal generator and you would have as many dollars as you want.

This is the website that all wish can be used to generate a lot of money online that you can use like your real earn money. This cash is generated through paypal money adder  that we update regularly in order to avoid any problem in paypal generator online.

This is the website that all wish can be used to generate a lot of money online that you can use like your real earn money. This cash is generated through paypal money adder  that we update regularly in order to avoid any problem in paypal generator online.

Find the most perfect installment loans uk with us at Oyster Loans. Grab the loans offered to you at flexible terms and choose the alternative that matches your condition. To know more about the loans and the offers, feel free to reach us:

 

You have to elect and pick warily so one of the well-known providers of packers and movers Movers5th.in can be visible to you. 

 Packers and Movers in Bangalore go to:- http://www.movers5th.in/packers-and-movers-bangalore/

They can dispense over the job of your valuable factors that are extremely valuable to you. Usually Only professionals can offer this by using their encounter and abilities. Are you one who seeks the providers of Relocation Service Suppliers in your nearby location? 

Packers and Movers in Gurgaon go to:- http://www.movers5th.in/packers-and-movers-gurgaon/

The individuals Movers5th.in town are often moving from one lay to another lay due to job changes or educational purposes. Relocation is a very taxing and niggling job but no need to worry about this because there are many expert arms available .

 Packers and Movers in Pune go to:- http://www.movers5th.in/packers-and-movers-pune/

Add comment

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <p><br>

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.