FOKUS 7: Des 2010 - Des 2011

FOKUS 7: INISIATIF WARGA DI RUANG KOTA

Fokus jurnal Karbon selama Desember 2010 - Desember 2011 membahas tentang profesi dan kreasi warga kota yang selama lima tahun terakhir aktif menanggapi berbagai cacat sistem di ruang publik kota, termasuk kreasi-kreasi para perancang dan seniman yang masuk lebih dalam pada isu ruang publik dan warganya, serta membahas hubungan antara praktik seni secara luas di ruang publik dengan ruang dan warganya. Kami undang Anda untuk menulis bersama kami. Informasi lebih jelas bisa dilihat di sini. Kami tunggu sambutan Anda.

FOKUS 7: Des 2010 - Des 2011
Anonim

Arsitek biasanya dianggap sebagai "penulis tunggal" atas karya-karyanya. Namun di Jakarta dan Depok ada tiga perpustakaan SD yang interiornya dirancang bersama-sama oleh para arsitek, mahasiswa, murid, dan guru. Mungkinkah cara merancang partisipatoris yang melibatkan pengguna tersebut dapat menjadi sebuah penyeimbang—atau bahkan penawar—bagi perancangan kota yang kian seragam? Kajian kritis tentang perancangan partisipatoris ini ditulis oleh seorang pengajar arsitektur, yang tidak mau disebutkan identitasnya demi mengurangi kemungkinan tak terelakkan bagi dirinya untuk menjadi "penulis tunggal" esai ini.

FOKUS 7: Des 2010 - Des 2011
Rika Febriyani

Odong-odong telah menjadi wahana permainan yang selain digemari anak-anak, juga membantu orang tua mengasuh mereka. Lincah melintasi area permukiman, Odong-odong juga mengatasi kurangnya taman bermain kota dan, dalam perkembangannya, menjadi sarana hiburan bagi warga kota segala usia. Langsung dari jalanan ibukota selama berbulan-bulan, Rika Febriyani menelusuri fenomena unik ini dan memaparkan amatannya untuk Anda, dalam sebuah tulisan paling bernas yang pernah ada sejauh ini tentang fenomena Odong-odong.

FOKUS 7: Des 2010 - Des 2011
Roy Thaniago

Dengan kelihaiannya menyelinap di antara kemacetan kota, ojek telah sejak lama menjadi solusi ampuh sementara bagi gagalnya transportasi publik kota. Kian lama, ojek makin marak dan malah turut dituduh sebagai biang kemacetan. Namun pada awal 2011 di Jakarta, ada sekelompok orang muda yang mendirikan Go-Jek, bisnis berwatak sosial yang menggandeng tukang ojek sebagai mitra. Salah satu misi mereka: meningkatkan pelayanan penumpang dan menambah penghasilan ojek. Redaktur baru kami, Roy Thaniago, menuliskan amatannya atas generasi baru ojek Jakarta ini untuk Anda.

FOKUS 7: Des 2010 - Des 2011
jurnal Karbon

Lebih banyak karya mural dan grafiti di jalanan perkotaan yang dapat dicibir karena cuma menjadi bentuk ekspresi individual pembuatnya, sementara sudah selayaknya karya seni rupa di ruang publik bisa berdialog dengan khalayak ramai. Di Jakarta, inisiatif seniman muda bernama Serrum, membentuk divisi khusus yang berkarya di ruang publik untuk warga, dengan nama yang begitu resmi: Dinas Artistik Kota. Redaktur kami, Farid Rakun dan Ardi Yunanto mewawancarai MG Pringgotono, gembong inisiatif ini, untuk menguak alasan, latar belakang, strategi yang mereka miliki, juga mengajak Anda untuk berdiskusi lebih jauh tentang isu hangat ini.

FOKUS 7: Des 2010 - Des 2011
Kristanti Paramita

Dari awal sampai pertengahan 2010 lalu, para editor kami, Ardi Yunanto dan Farid Rakun, diundang oleh Universitas Tarumanagara untuk ikut memfasilitasi sebuah studio arsitektur eksperimental. Hasil studio tersebut diterbitkan sebagai sebuah buku. Untuk jurnal Karbon, Kristanti Paramita, seorang peneliti dan pendidik arsitektur berbasis komunitas dari Universitas Indonesia menulis ulasannya tentang buku dan proses studio tersebut. Hal apa saja yang bisa diambil dari usaha tersebut demi terciptanya pendidikan kreatif yang lebih baik? Dan yang lebih penting, apa saja yang perlu dibenahi?

FOKUS 7: Des 2010 - Des 2011
Rika Febriyani

Sudah sejak lama ngopi membudaya di Nusantara, namun baru menemui ledakannya sebagai sebuah ‘gaya hidup’ di kota-kota besar Indonesia setelah gerai-gerai kopi waralaba global menyerbu dan mengubah wajah kota, pelan tapi pasti. Tukang kopi sepeda adalah reaksi khas. Untuk pembaca jurnal Karbon, Rika Febriyani melakukan investigasi terhadap keberadaan tukang kopi sepeda yang sering luput dari perhatian kita di Jakarta. Pola operasi, alasan keberadaan, sampai konsekuensi keruangan yang disebabkan profesi ini, dengan puitis ia paparkan dalam tulisan yang menjadi pembuka fokus Karbon kali ini.

FOKUS 6: HUMOR DI RUANG KOTA

FOKUS 6 | Agustus 2009
Farid Rakun

Sebuah blog SERASA merekam produk Indonesia yang memplesetkan merk terkenal luar negeri. Farid Rakun, dari balik layar komputernya, terus bertanya: apakah blog ini sungguh hendak berbagi kelucuan atau hanya sekadar menertawakan? Atau jarak—berupa layar komputer, bahkan negara—yang bukan langsung di jalanan tempat foto-foto itu diambil, yang membuat semua benci menjadi rindu, atau bahkan mencaci bisa menyamar jadi melucu?

FOKUS 6 | Agustus 2009
Evi Mariani Sofian

Jalanan bisa jadi satu-satunya tempat seorang anak kaya menabrak pejalan kaki papa, namun ia juga bisa jadi tempat seorang pebisnis mapan tersenyum pada petugas parkir miskin dan memberinya upah karena mencarikannya tempat parkir yang nyaman. Evi Mariani menuliskan pengalaman dan pandangannya tentang jalanan Jakarta yang sebenarnya penuh dengan kasih-sayang jika kita melihatnya dengan hati.

FOKUS 6 | Agustus 2009
Nuraini Juliastuti

Di kota yang panas, berjaket atau tidak berjaket kadang memusingkan, terutama bagi perempuan. Antara berpakaian tertutup lalu panas sendirian atau terbuka lalu panas ramai-ramai dari sejuta mata yang memandang. Nuraini Juliastuti menceritakan pengalaman dia dan Ani, temannya, tentang kebiasaan berjaket di Yogyakarta.

FOKUS 6 | Agustus 2009
M. Isfanani Haidar Ilyas

Seorang pelacur media menulis surat ini setelah ia diusir dari ruang rapat. Sebuah protes yang ditulis oleh ‘orang dalam’ pertelevisian, yang akan mengungkapkan kepada kita: mengapa televisi Indonesia yang belum kapok-kapok membuat program komedi, selalu gagal membuat kita tertawa.