FOKUS 1 | Maret 2007

-A A +A
Versi ramah cetakPDF version
FOKUS 3 | Agustus 2007
Kepada supir yang baik: karya stiker Andry Mochamad
Ardi Yunanto
15 Agustus 2007


GAMBAR YANG Anda lihat ini adalah sebuah karya stiker Andry Mochamad, seorang seniman asal Bandung, pada tahun 2001. Tempelkanlah stiker ini di setiap angkutan umum yang menurut Anda memiliki supir yang baik, ujarnya pada saya beberapa tahun lalu. Stiker ini bergambar tampak belakang supir angkutan umum, dengan tulisan: “Dia adalah supir yang baik, sapalah dengan bijak karena (ia) akan mengantarkan Anda sampai tujuan.”—beserta terjemahan dalam bahasa Inggris dan Arab.

Singkatnya, jika Anda melihat stiker ini tertempel di dalam angkutan umum, Anda bisa merasa tenang. Apa yang sebenarnya juga diinginkan oleh Andry Mochamad: mengurangi kadar stres di dalam angkutan umum. Mungkin jika kita mulai ramah kepada supir yang baik, lama-lama mereka juga akan mengendarai dengan baik, dan supir angkutan umum juga memiliki berbagai permasalahan domestik, alasan yang mungkin membuat mereka sering ugal-ugalan di jalan, ujarnya.

Banyak pertanyaan dari penumpang lain tentang stiker ini, ketika Andry Mochamad mulai menempelkannya di berbagai angkutan umum. Perbincangan mereka berlanjut mengenai fenomena angkutan umum di Bandung, jalanan yang semakin macet, serta situasi kota secara keseluruhan. Sesuatu, yang menurutnya, lebih menarik dari karyanya sendiri, yang akhirnya berlaku sebagai pemicu perbincangan. Wajah stiker itu pun sederhana seperti banyak stiker di angkutan umum lain. Penggunaan terjemahan bahasa Arab pun dilakukan demi tujuan itu: agar terlihat akrab seperti stiker-stiker doa ‘selamat sampai tujuan’. Selain itu, tulisan Arab yang mengesankan sebuah doa, membuat pernyataan itu berkesan damai, seperti doa itu sendiri, yang akan menenangkan Anda sampai tujuan karena dibawa oleh seorang supir yang baik.

Saat ini, banyak karya stiker yang bisa dengan mudah Anda temukan di berbagai tempat. Angkutan umum adalah salah satu pilihan lokasi terbaik. Stiker bisa ditempelkan kapan saja dan akan memiliki banyak pembaca. Seorang seniman cukup datang ke satu terminal untuk menempelkan stikernya di banyak jurusan angkutan umum. Namun lokasi penempelan biasanya hanya berarti sebagai ‘ruang’ dimana target pembaca stiker paling banyak ditemukan. Tidak banyak karya stiker yang benar-benar berbicara tentang ‘ruang’ di mana karya itu sendiri ditempelkan—seperti stiker ini, yang pernah membuat saya tersenyum, dan tentu akan kembali tersenyum, jika suatu saat saya masih bisa menemukannya di salah satu angkutan umum di Bandung. Merasa tenang sampai tujuan.

Jakarta, Agustus 2007

ARDI YUNANTO lahir di Jakarta, 21 November 1980. Setelah lulus dari jurusan Arsitektur di Institut Teknologi Nasional Malang, ia kembali ke Jakarta pada 2003, kota di mana ia dibesarkan. Sejak 2004 bergabung dengan ruangrupa dan sejak 2007 menjadi redaktur untuk Karbonjournal.org ini. Selain menulis dengan sangat tidak produktif, ia bekerja lepas sebagai penyunting, peneliti, desainer grafis, penyelenggara pameran, sambil terus meluangkan waktu menulis fiksi.

ANDRY MOCHAMAD (1977-2008) lahir di Bandung, 15 Maret 1977. Ia lulusan Jurusan Seni Rupa dari Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung. Karya video seniman ini pernah dipamerkan dalam OK. Video—Jakarta Video Art Festival 2003, OK. Video Sub/version (2005) dan OK. Video Militia (2007) di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Ia juga pernah mengikuti pameran “Beyond Panopticon”—Art and Global Media Project 2004, Bandung Electronic City, Bandung (2004); serta “Carte Blanche#5: Passages” di Pusat Kebudayaan Prancis Jakarta (2005). Ia pernah bekerja sebagai desainer di sebuah label t-shirt dan Pusat Kebudayaan Prancis di Bandung. Selain pernah aktif bersama VideoLab; organisasi yang mendata dan memutarkan karya video di Bandung, kolektor benda-benda aneh yang bercita-cita ingin memiliki fosil mammoth ini adalah gitaris A Stone A, sebuah band noise rock di Bandung. Pada 1 Mei 2008, ia meninggal di usia 31 tahun karena penyakit tumor. Dunia seni rupa kontemporer Indonesia telah kehilangan seorang seniman muda berbakat.




Stiker karya Andry Mochamad, 2001.

Komentar

Took me time to read all the comments, but I really enjoyed the article.

We will lift this freeze immediately and strengthen the educational institutions preparing the next generation of medical professionals.

I feel very grateful that I read this. It is very helpful and very informative and I really learned a lot from it

I am not habituate to reply a comment on blogs but this blog caught my attention and I am compelled to write a comment here to express my gratitude to you. I would like to appreciate for this awesome work

Flow channel cuvettes made from this material are frequently used for applications such as flow cytometry, particle counting, particle sizing, and other various applications. They were widely used in World War I for attacking enemy surface vessels or other submarines, blockade running and reconnaissance. The capacitor is charged with a relatively high current of 250 to 2000 volts.

Easily, the article is actually the best topic on this registry related issue.

I hope everybody love this site because all the post is so informative for me, every post is make me sure the writer is so good

I am always searching online for articles that can help me.

It was very useful for me. Keep sharing such ideas in the future as well.

GAMBAR YANG Anda lihat ini adalah sebuah karya stiker Andry Mochamad, seorang seniman asal Bandung, pada tahun 2001. 

Add comment

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <p><br>

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.