FOKUS 1 | Maret 2007

-A A +A
Versi ramah cetakPDF version
FOKUS 2 | Mei 2007
Melintas sepanjang jalan
Pengantar
10 Mei 2007


KETIKA JALANAN sudah pasrah dihibahkan untuk kendaraan, perjalanan tidak lagi demi menikmati ruang kota. Semua tujuan harus pasti, kalau tidak mau terjebak, dan yang terputus juga harus disambung. Sejak 2005, keberadaan tol Cipularang tak hanya mengubah ritual perjalanan dan memasok orang Jakarta ke Bandung di setiap akhir pekan, namun juga menginspirasi berbagai peluang bisnis baru. Bagi T. Ismail Reza, salah satunya adalah Bandung Super Mall, sebuah tugu selamat datang baru di Bandung.

Jakarta sendiri, terlambat sekian puluh tahun menangani masalah transportasi, setelah begitu banyak kendaraan memenuhi jalanan, dari kendaraan pribadi sampai gerobak sayur yang juga melintasi jembatan Semanggi. Bambang Susantono mengulas secara rinci tentang transportasi yang humanis, sebelum Jakarta macet total pada 2014—sebuah mimpi buruk bagi masa depan Jakarta. Pengalaman getir masa lalu, yang telah membuat orang sangat bergantung pada kendaraan pribadi. Anissa S. Febrina mengulas hal ini. Seseorang tak harus lebih dulu punya rumah dan tempat parkir layak untuk punya kendaraan pribadi, ketika orang Jakarta, selalu punya solusi kreatif dalam menjawab setiap permasalahan.

Di sisi lain, halte di Jakarta mungkin yang paling naas. Seperti paparan dalam tulisan saya, halte adalah keranjang sampah jalanan. Dari buruknya pelayanan bus kota, juga desain halte yang tak mengindahkan penggunanya, baik penumpang bus dan juga pedagang kaki-lima yang tak hanya dilupakan pemerintah, namun juga dilupakan para arsitek yang tak menganggapnya sebagai bagian dari tantangan desain sebuah ruang.

Terakhir, kita kembali ke jalanan kota Bandung pada 2002. Pengalaman terjatuh karena lubang jalan, membuat Handy Hermansyah melakukan aksi ruang publik di jalanan kota Bandung. Menyitir ulasan Agung Hujatnikajenong, apa yang dilakukan Hendy saat itu tidaklah umum, bahkan oleh para pegawai dinas tata kota Bandung sekalipun.


Ardi Yunanto
redaktur



Foto oleh Chandra Marsono.

Komentar

Di sisi lain, halte di Jakarta mungkin yang paling naas. Seperti paparan dalam tulisan saya, halte adalah keranjang sampah jalanan.

I simply want to tell you that I am new to weblog and definitely liked this blog site. Very likely I’m going to bookmark your blog.

Thanks for your post. I’ve been thinking about writing a very comparable post over the last couple of weeks, I’ll probably keep it short and sweet and link  to this instead if that’s cool. Thanks Fat Loss Factor.

 Appreciate it, this information was very worthwhile, to offer to checking out even more of this phenomenal site Thanks Fat Loss Factor.  

dan juga pedagang kaki-lima yang tak hanya dilupakan pemerintah, namun juga dilupakan para arsitek yang tak menganggapnya sebagai bagian dari tantangan desain sebuah ruang.

Febrina mengulas hal ini. Seseorang tak harus lebih dulu punya rumah dan tempat parkir layak untuk punya kendaraan pribadi, ketika orang Jakarta, selalu punya solusi kreatif dalam menjawab setiap permasalahan.

Terakhir, kita kembali ke jalanan kota Bandung pada 2002. Pengalaman terjatuh karena lubang jalan, membuat Handy Hermansyah melakukan aksi ruang publik di jalanan kota Bandung.

 Febrina mengulas hal ini. Seseorang tak harus lebih dulu punya rumah dan tempat parkir layak untuk punya kendaraan pribadi, ketika orang Jakarta, selalu punya solusi kreatif dalam menjawab setiap permasalahan.

I was very encouraged to find this site. I wanted to thank you for this special read. I definitely savored every little bit of it and I have you bookmarked to check out new stuff you post.

I definitely enjoying every little bit of it. It is a great website and nice share. I want to thank you. Good job! You guys do a great blog, and have some great contents. Keep up the good work.

Add comment

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <p><br>

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.