FOKUS 1 | Maret 2007

-A A +A
Versi ramah cetakPDF version
FOKUS 5 | Februari 2009
Menelusuri kota dalam komik
Pengantar
01 Februari 2009


BAGAIMANA KOMIK Indonesia merepresentasikan gejolak sosial kota? Sejauh apa representasi itu memiliki hubungan dengan kenyataan, mampu mencatat sejarah mental masyarakatnya, dan dengan cara apa para komikus mengatasi permasalahan medium komiknya sendiri untuk menghadirkan representasi tersebut? Dan mengapa sebagian besar komik selalu merujuk pada Jakarta?

Pertanyaan-pertanyaan itu yang selalu menghantui kami selama menyusun tema ini. Pembahasan awal yang sebenarnya sudah dimulai sejak setahun lalu, lalu dimulai lagi pada pertengahan 2008, ternyata masih harus mundur lagi waktu penerbitannya, dari Desember 2008 menjadi Februari 2009.

Maka, anggaplah edisi ini sebagai ucapan Selamat Tahun Baru 2009 dari kami yang terlambat. Sejumlah esai bertemakan “Komik dan Kota”. Sebuah tema yang tak pernah dibahas khusus di Indonesia, namun menjadi perhatian utama dari jurnal ini, atas dasar kaitan antara karya visual dan perkembangan kota di dalamnya.

Tentu, tak semua komik dibahas dalam edisi perdana ini. Tak semua, karena edisi ini kami niatkan untuk menjadi rangkuman sementara yang cukup lengkap. Edisi perdana, karena mengingat sifat online dari jurnal ini, esai-esai dalam Fokus ini bisa terus ditambahkan di kemudian hari. Kami mengajak Anda untuk berkontribusi lebih jauh, agar edisi ini dapat menjadi satu referensi utuh mengenai hubungan komik dan kota di Indonesia.

Edisi perdana ini berisi lima esai. Esai Seno Gumira Ajidarma yang pernah diterbitkan sebelumnya di lembar Bentara harian Kompas pada 2003, kami terbitkan kembali. Sangat menarik untuk mengingat Doyok, karakter komik yang dibahas Seno, di lembar harian Pos Kota dalam kenangan kita, dengan Doyok dalam rentang waktu esai tersebut ditulis, dan bagaimana Doyok dalam harian Pos Kota kini. Ada perubahan nyata yang bisa kita tangkap dengan panduan dari esai Seno Gumira Ajidarma.

Perubahan demi perubahan, dalam rentang waktu yang lebih panjang, ditulis dengan jeli oleh JJ. Rizal dalam esai tentang Benny dan Mice, duo kartunis terdepan Indonesia saat ini yang menerbitkan banyak buku kartun dan komik dalam satu dekade. Seperti sinopsis esainya yang kami tulis dengan menggebu, inilah esai paling bernas tentang Lagak Jakarta dan Kartun Benny & Mice yang pernah ditulis sampai saat ini. Amatan mendalam itu, bisa kita baca pula dalam esai Arief Ash Shiddiq yang dengan sepenuh hati menuliskan tanggapan kritisnya atas komik-komik dari generasi komikus muda yang terekam dalam tiga kompilasi komik Senggol Jakarta yang dikumpulkan oleh Akademi Samali.

Sisanya adalah tulisan kami. Ardi Yunanto menulis tentang kartun Muhammad Reza, yang pernah dipamerkan di halte Transjakarta pada 2004. Lima tahun lalu, namun menarik karena saat itu adalah masa Transjakarta baru beroperasi, dan Reza sempat merekam sebagian dari kekonyolan penumpang dalam menjalani “tradisi baru bertransportasi” itu.

Sementara itu, Hikmat Darmawan menulis tentang komik roman Indonesia yang pernah populer pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an. Komik roman, genre satu-satunya pada masa itu yang setia berlatarkan kota, sekalipun naif, telah mengungkapkan imajinasi atas kota saat itu. Hikmat kemudian juga menemukan perbedaan mendasar secara visual antara komik roman dulu dan sekarang.

Akhir kata, kami berterimakasih kepada mereka yang telah membantu penerbitan ini. Terima kasih kepada Pax Benedanto dari Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia, yang bersedia mengumpulkan bahan komik, bahkan sejak edisi ini baru berupa gagasan. Juga kepada JB Kristanto dan Sidabutar Leo Tigor dari Penerbit dan Penyalur Buku Nalar yang mengizinkan kami memuat kembali sejumlah gambar dari komik terbitan mereka. Terimakasih kepada Beng Rahadian dan Ari Wowo dari Akademi Samali atas pinjaman koleksinya yang akan segera kami kembalikan setelah ini. Juga kepada Iwan Gunawan yang selalu memberi latar sejarah komik Indonesia, dan Andy Wijaya serta teman-teman di komikindonesia.com.

Sekali lagi, Selamat Tahun Baru 2009, dan selamat membaca.



Jakarta, Februari 2009



Ardi Yunanto & Hikmat Darmawan
Redaktur utama & redaktur tamu



ARDI YUNANTO Lahir di Jakarta, 21 November 1980. Setelah lulus dari jurusan Arsitektur di Institut Teknologi Nasional Malang, ia kembali ke Jakarta pada 2003, kota di mana ia dibesarkan. Sejak 2004 bergabung dengan ruangrupa dan sejak 2007 menjadi redaktur untuk Karbonjournal.org ini. Selain menulis dengan sangat tidak produktif, ia bekerja lepas sebagai penyunting, peneliti, desainer grafis, penyelenggara pameran, sambil terus meluangkan waktu menulis fiksi.

HIKMAT DARMAWAN adalah pengamat budaya populer, dengan kekhususan minat pada komik dan film. Menulis sejak 1994 di Tempo, Kompas, Gatra, Republika, dan lain-lain. Bukunya, kumpulan esai tentang komik berjudul Dari Gatot Kaca Hingga Batman: Potensi-potensi Naratif Komik (Yogyakarta: Penerbit Orakel, 2005), sedang dikemas ulang bersama kumpulan tulisannya yang lain. Ia ikut mendirikan beberapa komunitas, seperti Musyawarah Burung, Akademi Samali, dan kini bergiat di Laboratorium Kota Paramadina. Ia pernah menjadi redaktur majalah Madina. Saat ini ia menjadi redaktur Rumahfilm.org. Ia menjadi redaktur tamu untuk Fokus "Komik dan Kota" pada Februari 2009. Lihat tulisan-tulisan lainnya di On Everything Pop dan blog Multiply-nya.



 


Jan Mintaraga, Patahnja Sebuah Melankoli (1966).


Komentar

dengan Doyok dalam rentang waktu esai tersebut ditulis, dan bagaimana Doyok dalam harian Pos Kota kini. Ada perubahan nyata yang bisa kita tangkap dengan panduan dari esai Seno Gumira Ajidarma.

Dit onderwep over turnen en eten wordt nnog vewrvolgd carbuloss met eeen gezond vetpercentage wwil streven. Hierrdoor is de behoefte krijgen te veel energie nodig, om te ontwikkelen een leven bereiden afvallen. Niet de persoon die de ruggengraat vaan een groene smoothie dus geschikt voor iedereen! Eiwitten spelen een rol bij praktisch alles wat daar bij hoort. Waarom aërobe trainingAërobe training is het waar dat je na afloop verplicht bent wweinig te eten en sporten, maar toch well wat voor doen.
Link exchange is nothing else except it is simply placing the other person's website link on your page at appropriate place and other person will also do same for you.
Ηoաdy, i reaԁ your blog from time to tine and i own a simklar onne and i was jusxt curious if yyou get a lot oof spam remarks? Іf sso how do you stop іt, aany pluɡin or anything you can sսgցest? I get so much laately it's driving me crazy so any assіstance is very much appreciated.
Hi to every body, it's my first go to see of this webpage; this web site contains awesome and truly good stuff in favor of visitors.
Wow, incredible weblog structure! How lengthy have you been running a blog for? you made running a blog glance easy. The total look of your website is fantastic, as well as the content material!
Amazing issues herе. I'm vеry glad toօ see your article. Thank you sօ much and I'm takіng a lοоk ahead to conntact you. Wіll ƴou please drop me a е-mail?
Hello would you mind letting me know which hosting company you're working with? I've loaded your blog in 3 different web browsers and I must say this blog loads a lot faster then most. Can you recommend a good web hosting provider at a reasonable price? Thanks, I appreciate it!

Kami mengajak Anda untuk berkontribusi lebih jauh, agar edisi ini dapat menjadi satu referensi utuh mengenai hubungan komik dan kota di Indonesia.

Τhe Mighty Ducks wass tҺe moѕt recent in tthe last 15 yeaгs of а rehashing օf hockey themed movies. Withhout ɦaving to search fоr your favorite movie DVDs, уou can watch movies sitting ɑt youг ɦome. "How do I reveal to my closest male friends that I feel depressed and lonely after breaking up with my last long-term girlfriend.

Add comment

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <p><br>

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.