FOKUS 1 | Maret 2007

-A A +A
Versi ramah cetakPDF version
FOKUS 1 | Maret 2007
Ruang transit di Jakarta
Gustaff H. Iskandar
14 Maret 2007

Pada hari Selasa, 9 September 2003, saya menuju Jakarta untuk terlibat dalam sebuah proyek yang digagas oleh ruangrupa. Sekelompok seniman diminta untuk tinggal di rumah susun dan apartemen selama kurang lebih satu bulan penuh. Berikut ini adalah beberapa catatan yang saya susun selama proyek ini berlangsung.

 
SAYA TIBA di Jakarta, kira-kira pukul sebelas siang. Seperti biasa, begitu kereta berhenti biasanya para penumpang langsung berduyun-duyun keluar dari gerbong kereta. Perjalanan dari Bandung yang memakan waktu lebih dari tiga jam sepertinya menjadi alasan yang cukup bagi orang-orang ini untuk segera bergegas keluar dan bersentuhan dengan suasana rutin di Stasiun Gambir, sebelum akhirnya mereka semua menghilang entah ke mana. Saya berhenti sejenak di dekat pemberhentian taksi, menyalakan sebatang rokok untuk mendapatkan sedikit jeda. Satu persatu saya perhatikan orang-orang mulai pergi meninggalkan stasiun. Pada saat yang hampir bersamaan, sekelompok orang tiba di stasiun ini dengan ekspresi yang nyaris serupa. Begitu datang, langsung pergi lagi entah ke mana.

Kedatangan dan kepergian, tampaknya ini adalah sebuah prosesi rutin untuk sebuah kota seperti Jakarta. Hampir setiap saat orang-orang datang dan pergi, berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Memenuhi stasiun, jalan-jalan raya, terminal, mall, gedung-gedung tinggi, sampai rumah-rumah kecil di pojokan kota. Mereka muncul berduyun-duyun seperti semut, untuk kemudian menghilang dan digantikan oleh gerombolan semut yang lain. Di kota ini sepertinya orang-orang memang senantiasa bergerak, mengisi setiap jengkal tanah, pojok-pojok bangunan, ruas-ruas jalan, dan setiap rumah yang kemudian hanya menjadi tempat persinggahan sementara. Tempat untuk berhenti sejenak, untuk selanjutnya meneruskan perjalanan dan membuat kota ini dapat terus hidup dan berdenyut-denyut, layaknya sebuah organisme yang “bernyawa” dan dapat berkembangbiak.


Ruang transit di Jakarta, sebuah ruang persinggahan sementara yang nyaris permanen. Sebuah teritori imajiner yang menyebar hampir di setiap jengkal tanah Kota Jakarta. Di dalam ruang ini, realitas keseharian senantiasa diisi oleh berbagai macam arus yang mengalir dari satu tempat ke tempat lain. Di Jakarta kita dapat menemui orang-orang yang harus senantiasa bergerak untuk mempertahankan hidupnya. Persis seperti cerita mengenai Bangsa Nomad yang menghabiskan sebagian hidupnya dengan berpindah-pindah agar dapat bertahan hidup. Tidak ada ruang yang benar-benar permanen di sini. Bahkan sebuah kamar tidur pun dapat menjadi ruang persinggahan sementara, sama persis seperti ruang perkantoran, mall, café, metro mini, atau mobil. Ruang transit di Jakarta adalah ruang imajiner yang senantiasa berubah bentuk dari waktu ke waktu. Terkadang begitu intim, namun dapat juga menjadi begitu asing dan penuh dengan suara yang hingar-bingar. Terus terang, hal ini kemudian membuat saya bertanya-tanya, narasi semacam apa yang ada di balik setiap gedung, tembok beton, jalan raya dan setiap pojok ruangan yang ada di kota semacam ini.

Rokok sudah habis. Saya harus melanjutkan perjalanan menuju Tebet, untuk kemudian bertemu dengan beberapa teman di ruangrupa. Di dalam taksi, saya sempatkan untuk membaca kembali catatan yang dikirimkan kepada saya melalui e-mail beberapa hari yang lalu. Selama satu bulan ke depan saya diminta untuk menemani sekelompok seniman untuk bekerja di sebuah lokasi yang spesifik di Kota Jakarta. Satu kelompok akan tinggal di apartemen, sementara kelompok yang lain akan tinggal di rumah susun. Dalam benak saya, proyek ini tentunya akan menjadi semacam investigasi personal yang akan membaca setiap persoalan yang ditemui selama proyek ini berlangsung. Untuk ukuran orang Indonesia hal semacam ini tentu saja bisa dibilang menarik, mengingat kebiasaan untuk menghuni bangunan vertikal sebagai sebuah rumah tinggal masih terhitung sebagai sebuah kebiasaan yang baru. Sebelumnya, kebanyakan orang Indonesia hanya mengenal tempat tinggal yang bernama rumah, yang biasanya tidak dibangun secara bertumpuk-tumpuk.

Ada tujuh orang seniman yang akan berpartisipasi dalam proyek ini. Mereka adalah Arjan van Helmond, Anggun Priambodo, Dimas Jayasrana, Henry Foundation, Reza Afisina, Tomoko Take, dan Teresa Stok. Kami memulai aktifitas kami dengan melakukan serangkaian presentasi dan diskusi yang menggambarkan kebiasaan dari masing-masing peserta. Saling bertukar pengalaman, gagasan, dan beberapa pandangan yang spesifik mengenai proyek ini. Keragaman biografi personal dari masing-masing seniman ini menyiratkan peluang untuk melakukan dialog yang sangat menarik. Salah satunya adalah diskusi kami mengenai konsepsi sebuah rumah. Sebagai sebuah ruang kolektif, rumah kemudian dapat dipahami sebagai sebuah penggalan narasi yang beragam. Tidak hanya sebentuk bangunan beratap yang memiliki beberapa ruang, jendela dan pintu. Rumah adalah sebuah teritori sosial yang juga memiliki relasi dengan ingatan personal, yang pada tingkatan yang lain juga dapat menjadi sebuah ekstensi yang mempengaruhi pola-pola hubungan, imajinasi, dan ekspresi yang bersifat privat maupun kolektif.

Pada hari-hari berikutnya, ke enam seniman ini kemudian mengisi kegiatan mereka dengan melakukan serangkaian aktivitas observasi, pengumpulan dokumen-dokumen, mencatat setiap pengalaman, dan mencoba untuk membangun hubungan dengan penghuni rumah susun dan apartemen. Arjan dan Anggun yang tinggal di rumah susun tampaknya tidak menemui banyak kesulitan untuk berhubungan dengan tetangga mereka yang baru. Hal ini tentu saja dapat dipahami, karena pola hubungan sosial yang ada di rumah susun relatif lebih cair apabila dibandingkan dengan suasana di apartemen. Sepertinya privasi dan rasa aman memang dimaknai secara berbeda di kedua tempat ini. Apabila di rumah susun masalah privat dan rasa aman adalah pola relasi sosial yang didasari oleh konsensus kolektif yang longgar, sementara itu di apartemen, privasi dan rasa aman diterjemahkan melalui serangkaian regulasi dan pembagian teritori yang lumayan ketat. Mungkin kita bisa mendapat penjelasan lebih jauh dari masalah ini dengan meninjau latar belakang kelas sosial dan narasi kolektif yang melatari kehidupan keseharian masyarakat yang tinggal di rumah susun maupun di apartemen.

Dalam proyek ini, masing-masing seniman melakukan proses investigasi dengan pendekatan personal yang beragam. Terkadang ada beberapa titik temu yang memungkinkan mereka untuk melakukan aktifitas secara bersama-sama. Anggun membiarkan proses kerjanya berjalan secara mengalir dan simultan. Ia mengumpulkan tanda-tanda visual sembari sesekali mewawancara para penghuni rumah susun dengan pendekatan yang sangat santai. Sementara itu, Arjan tampaknya berupaya untuk membangun komunikasi secara lebih intim. Tidak hanya sekedar melakukan hubungan secara lisan, ia juga meminta para penghuni rumah susun untuk menggambarkan tempat tinggal masing-masing berdasarkan ingatan dan imajinasi personal mereka diatas secarik kertas. Pada satu kesempatan, ia mengundang anak-anak yang tinggal di rumah susun untuk menggambar bersama. Mereka masing-masing diminta untuk menggambar sebuah rumah. Hasilnya sangat mengesankan, anak-anak ini bukan hanya menggambarkan rumah dengan aneka bentuk dan warna, tetapi juga citraan yang metaforik dan sangat imajinatif.

Para seniman yang bekerja di apartemen rupanya menunjukan respons dan pendekatan yang berbeda. Tomoko memulai proyek ini dengan mewawancarai orang-orang yang ditemui di sekitarnya, dengan pertanyaan sederhana mengenai rumah. Selanjutnya, ia juga mencoba untuk mengumpulkan foto dari orang yang ia wawancarai. Terkadang ia meminta orang-orang ini untuk berfoto dengan benda-benda yang memiliki makna personal bagi mereka. Pada beberapa hasil wawancara yang dikumpulkan oleh para seniman ini, rata-rata para penghuni rumah susun dan apartemen ternyata tidak melihat tempat tinggal mereka sebagai rumah yang akan mereka tinggali selama hidup mereka. Bagi sebagian dari mereka, tampaknya rumah susun dan apartemen adalah sebuah ruang singgah yang diisi dengan berbagai macam harapan dan mimpi-mimpi, mengenai sebuah rumah ideal yang diwakili oleh imajinasi kolektif mereka.

Berbeda dengan Tomoko, Dimas tampaknya lebih senang untuk mengamati suasana perkampungan yang terletak di dekat apartemen. Situasi yang sangat berjarak antara apartemen dengan perkampungan tampaknya mempengaruhi ekspresi kekaryaan Dimas yang muram dan cenderung dingin. Dalam salah satu karyanya, ia membuat sebuah kartu pos dengan gambar lanskap gedung-gedung yang didominasi warna hitam dan putih. Hal ini juga sedikit banyak terasa dalam proses kekaryaan Henry yang memproduksi teks “WE ARE A PART BUT WE ARE APART”, yang didistribusikan di sekitar lingkungan apartemen melalui stiker kecil, t-shirt, dan proyeksi slide yang dilakukan di beberapa tempat di sekitar apartemen. Kehadiran teks ini tentu saja menyiratkan sebuah ironi ketika disandingkan dengan suasana gedung apartemen yang tersekat-sekat dan dirasakan tidak bersahabat.

Reza memutuskan untuk melakukan serangkaian performance pada sesi presentasi proyek. Mengambil latar belakang gedung-gedung, suara musik, dan perlengkapan yang seadanya, ia mengutarakan catatan-catatan personalnya selama berada di apartemen. Untuk saya, apa yang diungkapkan oleh Reza sedikit banyak juga mencerminkan ketegangan, rasa bosan dan kekalutan personal. Ia tampaknya cenderung melihat ruangan di apartemen sebagai sebuah ruang kolektif yang terdiri dari berbagai macam persinggungan yang tidak lepas dari pola pergesekan dan konflik. Bentuk ketegangan yang berbeda dapat kita temui pada seri karya Teresa yang terdiri dari olahan gambar digital yang dicetak di atas kertas foto. Teresa menampilkan citraan gedung-gedung, jalan raya, dan obyek-obyek lain yang ia temui selama tinggal di apartemen sebagai sekumpulan bentuk yang mengambang. Selama hampir satu bulan penuh, ia mengisi kesehariannya dengan melakukan perjalanan dari apartemen menuju tempat-tempat lain di sekitar Kota Jakarta. Dari dalam mobil, baginya setiap ruas jalan, bangunan, dan citraan yang ada di dalam kesehariannya adalah sekumpulan imaji yang berlapis, yang terkadang bersinggungan, saling tumpang tindih dan nyaris serba semrawut.

Dalam beberapa catatan yang saya kumpulkan, realitas keseharian sebagai sebuah index pengalaman yang nyata (lived experience), tentu saja sedikit banyak ikut mempengaruhi pola hubungan dan model kesepakatan sosial yang ada. Bekerja selama hampir satu bulan penuh di sebuah lokasi yang spesifik semacam rumah susun dan apartemen tampaknya mendorong seniman-seniman ini untuk ikut mengakomodasi aspirasi kolektif yang berkembang di tempat mereka masing-masing. Selama proyek ini berlangsung, mereka secara intensif menggali beberapa masalah yang terkait dengan masalah tempat tinggal, berikut beragam persoalan yang melingkupinya. Walaupun kemudian proyek ini tidak merujuk pada satu kesimpulan yang baku, satu hal yang saya rasa menarik untuk dicermati adalah terbacanya sekumpulan biografi personal yang hidup dan hadir di rumah susun dan apartemen. Setiap lekuk gedung, ruas jalan, petak-petak rumah, termasuk setiap ruang di rumah susun dan apartemen adalah sekumpulan narasi yang diisi oleh subyek yang memiliki berbagai ingatan sejarah, lengkap dengan muatan ekspresi yang bersifat personal maupun kolektif.

Sebagai penutup, satu hal yang rasanya menonjol dari proyek ini adalah kecenderungan untuk melakukan pengamatan (surveillance) terhadap wilayah yang selama ini dapat dikatakan senyap dan cenderung dilupakan dalam ranah kajian masyarakat urban Jakarta. Melalui berbagai tawaran yang diungkap oleh para seniman peserta proyek ini, setidaknya intensi untuk membongkar berbagai bentuk narasi yang berada di wilayah extra-territory semacam ini menjadi penting untuk melengkapi pemahaman kita akan realitas kehidupan sehari-hari di belantara ruang urban Jakarta. Untuk itu, proyek ini dapat dikatakan telah berhasil membuka ruang-ruang kemungkinan untuk membaca persoalan keseharian masyarakat Jakarta sebagai sebuah pintu menuju pengetahuan, walaupun jalan untuk membawa persoalan ini menjadi wacana publik merupakan perkara yang masih harus terus diupayakan.

24 November 2003 & 15 Februari 2007

GUSTAFF H. ISKANDAR lahir tahun 1974. Ia lulus pada tahun 1999 dari jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa & Desain (FSRD – ITB). Pada tahun 2001, bersama R.E Hartanto dan T. Ismail Reza, ia mendirikan Bandung Center for New Media Arts, sebuah organisasi yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan seni media dan praktik seni mutidisiplin di Indonesia. Pada tahun 2003, ia mendirikan Common Room Networks Foundation (www.commonroom.info), sebuah ruang inisiatif yang kemudian dikelola secara bersama oleh Bandung Center for New Media Arts dan Toko Buku Kecil (Tobucil). Bermitra dengan Reina Wulansari dan beberapa teman di Kota Bandung, saat ini ia aktif berkarya, menjadi kurator pameran, menulis dan menjadi pembicara dalam beberapa acara diskusi dan simposium.

 


Suasana Apartment Taman Rasuna, Kuningan, Jakarta.

 


Suasana Rumah Susun Bendungan Hillir II, Pejompongan, Jakarta.
 

Fotografi oleh Anggun Priambodo, 2003
 


House and Memory, Arjan van Helmond, 2003. Gambar-gambar denah rumah asal para penghuni rumah susun, Debby, Mundia, Nining, Nganti & Erna yang dilakukan selama wawancara bersama Arjan van Helmond.
 


A Place We Call Home, Dimas Jayasrana, 2003. Fotografi dan kartupos.


A Place We Call Home, Dimas Jayasrana, 2003. Fotografi dan kartupos.


 

May you find and meet me here, probably (not) now, Reza Afisina, 2003



We are a part but we are apart, Henry Foundation, 2003. Stiker & Slide Show.
Fotografi koleksi ruangrupa, 2003.


Apartment Project
5 September – 4 Oktober 2003
Proyek berlokasi di Apartemen Taman Rasuna, Kuningan & Rumah Susun Bendungan Hilir II, Pejompongan, Jakarta, Indonesia.
Seniman: Anggun Priambodo, Arjan van Helmond, Reza Afisina, Dimas Jayasrana, Henry Foundation, Teresa Stok, Tomoko Take. Dikelola oleh ruangrupa. Project Officer: Indra Ameng. Konsep: Ade Darmawan, Anggun Priambodo, Hafiz, Henry Foundation, Indra Ameng, Reza Afisina. Fasilitator: Gustaff H. Iskandar, Indra Ameng, Daniella Fitria. Riset & Dokumentasi: Ardi Yunanto, M. Rony Nabawi.


Komentar

ceinture longchamp sac a main longchamp Sac à Main Longchamps Pas Cher Pliage Broderie Gris - La qualité de Sac à Main Longchamp Pliage Broderie Gris est assurée, est toujours de .Acheter Sac Longchamp Gris pas cher ou d'occasion sur . Depuis 1947 la Maroquinerie Parisienne se donne pour objectif : la qualité, l'élégance et le choix parmis les plus grandes marques de maroquinerie à ParisMagasins LONGCHAMP PARIS à Rouen - Marque de mode, recherche . longchamp site officiel sac longchamps roseau - Tout-acheter-pas-cher.fr Collège Longchamp- Conseil général des Bouches-du-Rhône . sac longchamp planete Hippodrome le plus proche de Paris : très connu des amateurs de courses, mais aussi de musique avec le Festival Solidays qui a lieu fin juin chaque année sur sa pelouseHippodrome de Longchamp - Paris - Sortir à Paris : Nos bons . http://gina.gov.gy/temp/longchamp-7.php?p=portefeuille-longchamp-femme
sister pandora charm would give me an immediate, empirically verifiable reason. The second, Your first draft of a story may be messy, with a lot of unnecessary words and phrases. You'll probably find that as you edit your dialogue, it will become more succinct. If you've included any filler words, like "uh" and "oh," cut them. Although they are realistic we use words like this all the time when we talk they look unprofessional on the page. (The same is true with trying to write a stutter.) pandora silver charms Not being able to read or write is a significant barrier for underprivileged women, since this can lead to their failure to make use of even the rather limited rights they may legally have (to own land or other property, or to appeal against unfair judgment and unjust treatment). There are often legal rights in rule books that are not used because the aggrieved parties cannot read those rule books. Gaps in schooling can, therefore, directly lead to insecurity by distancing the deprived from the ways and means of fighting against that deprivation.1 He finally decided to call 7 On Your Side. It was after that, that everything moved forward. pandora bracelet stockists 3. Oakley Ducati Fives Squared: $90 If you're looking for a great pair of men's sunglasses for under $100 then the Ducati Fives Squared is for you. These lightweight glasses are designed specifically to hold to the face while moving at top speeds. They come with the metal Oakley logo as well as the Ducati logo laser etched near the edge of the lens. The lenses come with 100% UV protection and glare reduction technology. http://scdlifestyle.com/wp-content/themes/fpandora-3.php?p=cheap-pandora-charms
pandora oxford street MOSEY AROUND IN MARYLAND In winter, the seemingly impossible happens in the sleepy towns along Maryland Eastern Shore. With the tourists gone, the unhurried pace for which this peninsula is known becomes even slower. The town of Cambridge, where time is measured by the tides and the migration patterns of snow geese from Canada and great blue herons, provides a much needed off season regroup. Bakersfield got on the board at 4:31 when Jordan Knackstedt, Wes Cunningham, and Michael Neal made a rush past the Reign defense and were able to get close enough to get a shot past Hutchinson. Knackstedt was the one to find the back of the net to tie the game. Less than two minutes later, Neal got the eventual game winner at 6:27; this time with a well placed shot from the slot. Louke Oakley earned the lone assist on the goal that put Bakersfield up 2 1.锘縂arnett returns to practice pandora clip For over a decade viewers were asked to follow the adventures of the Cartwright family on their ranch and this is what many viewers did. Michael Landon got his start here as Little Joe. Dan Blocker was popular as the big, soft hearted Hoss.锘?0 Hot photos of Olympic skier Lindsey Vonn It will then be turned around for a repeat performance in the opposite direction to complete the final link in Auckland's 48km western ring route by 2017, or sooner if the work can be sped up to align with completion of the causeway upgrade. pandora style bracelets "We went on a one month walkabout" on the Hill, Brooks recalled in an interview, trying to explain the problem and what Bombardier was doing to fix it. "There's no way I could have done that on my own." Gerald Cassidy personally took Brooks to see Sen. Arlen Specter (R Pa.), a member of the Senate Appropriations Committee, which funds Amtrak, a meeting Brooks didn't think he could have gotten by himself. http://digitalmarketer.com/temp/pandora.php?p=disney-pandora-charms
pandora oxford street MOSEY AROUND IN MARYLAND In winter, the seemingly impossible happens in the sleepy towns along Maryland Eastern Shore. With the tourists gone, the unhurried pace for which this peninsula is known becomes even slower. The town of Cambridge, where time is measured by the tides and the migration patterns of snow geese from Canada and great blue herons, provides a much needed off season regroup. Bakersfield got on the board at 4:31 when Jordan Knackstedt, Wes Cunningham, and Michael Neal made a rush past the Reign defense and were able to get close enough to get a shot past Hutchinson. Knackstedt was the one to find the back of the net to tie the game. Less than two minutes later, Neal got the eventual game winner at 6:27; this time with a well placed shot from the slot. Louke Oakley earned the lone assist on the goal that put Bakersfield up 2 1.锘縂arnett returns to practice pandora clip For over a decade viewers were asked to follow the adventures of the Cartwright family on their ranch and this is what many viewers did. Michael Landon got his start here as Little Joe. Dan Blocker was popular as the big, soft hearted Hoss.锘?0 Hot photos of Olympic skier Lindsey Vonn It will then be turned around for a repeat performance in the opposite direction to complete the final link in Auckland's 48km western ring route by 2017, or sooner if the work can be sped up to align with completion of the causeway upgrade. pandora style bracelets "We went on a one month walkabout" on the Hill, Brooks recalled in an interview, trying to explain the problem and what Bombardier was doing to fix it. "There's no way I could have done that on my own." Gerald Cassidy personally took Brooks to see Sen. Arlen Specter (R Pa.), a member of the Senate Appropriations Committee, which funds Amtrak, a meeting Brooks didn't think he could have gotten by himself. http://digitalmarketer.com/temp/pandora.php?p=disney-pandora-charms
snowflake pandora charm The run consisted of following the park entrance back to the dam and back for the short course. Long course athletes were taken further out around the lake and back as opposed to running a completely different loop. Long course was changed to include all paved sections this year which surely made the pain and suffering of the heat and humidity that much more bearable. The classification of irons and their performance characteristics has always been relatively nebulous. Manufacturers do their best to direct each golfer to the appropriate type of iron, but as we all know, what looks good and what works well are rarely the same thing. And since no real guidelines exist, it's easy to choose a set of irons that doesn't truly serve our best interests. However one useful tool for recreational golfers is the system of measuring the playability of golf clubs developed by clubmaker Ralph Maltby called the Maltby Playability Factor (MPF).锘?8M in Jehovah's sex abuse case pandora shop How to Repair Scratched Eye Glasses Phillip Hamm pandora jobs "In a credibility contest between the chief and the mayor, the chief wins every time," said Eby, a former Conservative party staffer. http://iomethiopia.org/temp/pandora-18.php?p=pandora-store-locator
christian louboutin boutique paris Acheter Chaussures Christian Louboutin Pas cher avec super qualité ,Nous Garantissons à 100% De paiement sécurisé.Pas cher chaussures Christian Louboutin boutique en ligne . Stars des tapis rouge et it-girls voient en elles de véritables objets de désir. Les chaussures Christian Louboutin parées de leurs semelles rouges rendent les .Pas Cher Chaussure Christian Louboutin France Boutique en ligne christian louboutin chaussures Louboutin Femme / Homme Pas Cher, Les ventes de Christian Louboutin en France.Escarpin Christian Louboutin Sont Encore Vente De Qualité Supérieure,100% En Stock En .Christian Louboutin - Paris Grenelle - Evous Christian Louboutin – Toute l’actualité et les photos mode de Christian Louboutin. Le meilleur de la mode – Christian Louboutin – Puretrend.comChristian Louboutin - Chaussures - bottes et ballerines . chaussures christian louboutin Nous Christian Louboutin Pas Cher boutiques offrent des chaussures Christian Louboutin,Se félicite Louboutin pour l’achat de chaussures Christian en ligne,Global .Christian Louboutin + Magnifiques sacs et chaussures - mytheresa http://zkrainynba.com/temp/christian%20louboutin.php?p=chaussures-christian-louboutin
christian louboutin site officiel Les boutiques de Christian Louboutin . de différentes couleurs seront en ligne et perles cousues sur la chaussure. studio de Christian Louboutin Paris tirera .Chaussure Louboutin Pas Cher,Christian Louboutin France . Pas cher chaussures Christian Louboutin boutique en ligne . site christian louboutin Christian Louboutin, le maître chausseur de référence pour des souliers et accessoires glamour. La maison Christian Louboutin Christian Louboutin lance sa marque .Escarpins Christian Louboutin - Pureshopping Chaussures CHRISTIAN LOUBOUTIN : En un seul coup d'oeil, trouvez les meilleurs produits du Web dans la catégorie Chaussures CHRISTIAN LOUBOUTIN.Louboutin Magasin,Christian Louboutin pas cher christian louboutin boutique paris christianlouboutinchaussurefr.com fournir la meilleure Christian Louboutin Escarpins Talons Hauts femmes vente à prix de gros,Christian Louboutin Escarpins Talons .Escarpins Christian Louboutin - Achat et vente - PriceMinister http://zkrainynba.com/temp/christian%20louboutin-1.php?p=christian-louboutin-prix
site christian louboutin L’attente est enfin récompensée : le site officiel de Christian Louboutin est de nouveau opérationnel. Après des mois de « site en travaux », le magicien des .Chaussures Christian Louboutin Sandales,Louboutin Pas Cher,En . Article n°4/10 du guide mode 2013, nous abordons les chaussures Christian Louboutin, indispensable dans la mode en 2013 dans la mode ou dans le rap game.Chaussures Christian Louboutin à ChristianLouboutinPorter.fr . site christian louboutin Découvrez les offres de la catégorie Christian louboutin comme Mattel avec PrixmoinscherLouboutin&,Christian Louboutin ,boutique En Ligne Find best value and selection for your Escarpins femme CHRISTIAN Louboutin search on eBay. World's leading marketplace.Escarpins femme CHRISTIAN Louboutin | eBay christian louboutin pas cher Retrouvez tous les produits de la marque CHRISTIAN LOUBOUTIN et profitez d’un grand choix d’articles de mode d’occasion sur le dépôt vente en ligne, Vestiaire .Christian Louboutin Chaussures Hommes - Louboutin Pas Cher . http://iomethiopia.org/temp/christian-louboutin.php?p=louboutin-christian
hippodrome longchamp A Part Ca - Sacs, Bagagerie, Maroquinerie, Mode et . Le sac à main Gatsby de Longchamp en toile et cuir écru est un must-have, un véritable it-bag.Sac gatsby LONGCHAMP Noir en Cuir vernis Toutes saisons - 347049 gatsby longchamp Retrouvez sur deschilder.fr les sacs Longchamp mais aussi la bagagerie Longchamp et les accessoires. Deschilder est distributeur officiel agréé Longchamp.Sac Longchamp, Pliage Longchamp, et bagage Longchamp Maroquinerie, Vendeur De Sacs, Magasin De Bagages, Boutique De Bagages, . LES BOUTIQUES LONGCHAMP est une société basée à Paris en région Ile-de-France.Longchamp Boutique Paris (adresse, avis) collection longchamp Découvrez la collection de sacs homme pas cher sur le site SPARTOO.COM. LIVRAISON GRATUITE & RETOUR GRATUIT ! Sac Guess, Nat & Nin, Mac DouglasSac à main Longchamp - Achat, Vente Neuf & d'Occasion . http://iomethiopia.org/temp/longchamp-3.php?p=longchamp-le-pliage
pandora hull "Who appointed him judge, jury and executioner? No one. He's been appointed in 2005 as chief of police, and with respect, he should stick to that position," Morris said. Harris Moore's final spree came after he stole a pistol in eastern British Columbia and took a plane from a hangar in Idaho, where investigators found bare footprints on the floor and wall. That plane crashed near Granite Falls, Washington, after it ran out of fuel. pandora chester He admitted that his reason for heading in for the Grand Slam was simple: it was free. 28. Body and Earth Conscious Uniforms. Nike's bright red USA track field uniforms are made from recycled plastic bottles. Even more: The company claims the skin tight Pro TurboSpeed Suit's aerodynamic technology can shave up to 0.023 seconds off a 100m sprint time possibly the difference of where one stands on the podium. cheap pandora charms agencies in Cardiff we are in a strong position to offer complete crane http://zkrainynba.com/temp/pandora-17.php?p=pandora-stoppers

Add comment

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <p><br>

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.