-A A +A
Versi ramah cetakPDF version

FOKUS 7: INISIATIF WARGA DI RUANG KOTA / Desember 2010 – Desember 2011

admin
17 April 2011



Kami mengundang Anda untuk menulis bersama kami di Fokus jurnal Karbon kali ini. Fokus yang berlangsung selama Desember 2010 - Desember 2011 ini, akan membahas wacana dan praktik dari profesi dan kreasi yang dilakukan oleh warga kota, termasuk di dalamnya para seniman dan perancang, dalam menanggapi permasalahan sehari-hari ruang publik kota. Apa yang selama ini jarang sekali diperhatikan sebagai kemungkinan dalam menjawab permasalahan kota kita.

Kita semua sepakat, sampai pada titik tertentu, bahwa banyak yang tak bekerja sebagaimana mestinya di ruang publik kota Indonesia. Banyak penyebab yang bisa diperdebatkan, banyak pihak yang bisa disalahkan, juga banyak orang yang berpaling dari isu-isu keseharian kota. Di sisi lain, perancangan kota yang utopis, dengan menjadikan kota sebagai sesuatu yang “tertib”, “modern”, dan mewah—yang selama ini diterjemahkan begitu saja sebagai mal, pusat perkantoran, hotel, apartemen, maupun implementasi dari konsep back to the city—masih dipercaya sebagai solusi, sekalipun telah terbukti selama ini bahwa segala niat tak sampai tersebut hanya semakin memunggungi ruang publik yang kian menipis.

Sementara di ruang publik, banyak sekali solusi-solusi yang ditawarkan oleh warga melalui berbagai kerja informal mereka. Solusi mereka, seperti penyebab masalahnya, memang adalah solusi sementara, yang berkelindan dengan alasan bertahan hidup secara ekonomi; alasan yang seringkali membiaskan peran suatu kreativitas. Namun aksi bertahan hidup itu, yang sekaligus menambal “gali lubang tutup lubang” dari sebuah sistem, adalah inovasi tersendiri. Sebagai warga yang tahu betul bahwa harapan urban hanyalah omong-kosong belaka, jenis pekerjaan yang mereka ciptakan selalu berdasarkan pada kebutuhan masyarakat banyak, sebagai keniscayaan yang genting, tanpa perlu diembel-embeli predikat “industri kreatif” yang kebanyakan hanyalah usaha pemakmuran diri sendiri dari dan untuk sejumlah warga kelas menengah.

Kami percaya bahwa perencanaan kota yang baik tidak akan mungkin terjadi tanpa memperhatikan sekaligus menghargai sumbangsih dari elemen-elemen profesi dan kreasi tersebut. Perubahan dan pembangunan masih bisa dilakukan tanpa perlu membasmi apa yang telanjur hidup dan dibutuhkan oleh masyarakat, yang tercermin di ruang publik kota. Bagi kami, solusi yang sehat adalah justru dengan menilik strategi, mengamati pola dan hubungan yang terjalin dari profesi dan kreasi tersebut dengan warga dan ruang kotanya, demi merumuskan jawaban besar yang lebih manusiawi di kemudian hari.

Kami ingin membahas dinamika tersebut dalam tiga bagian. Pertama, kami ingin melihat lebih jauh mengenai profesi dan kreasi warga yang selama lima tahun belakangan ini aktif menanggapi berbagai cacat sistem di ruang publik kota. Di Jakarta misalnya, permasalahan atas kurangnya ruang publik kota dan membudayanya aktivitas ngopi teratasi dengan kehadiran ribuan tukang kopi sepeda yang melintasi jalanan kota—kontributor kami, Rika Febriyani, sedang menulis pengamatan mendalam mengenai mereka. Di berbagai kota lain, kurangnya sarana bermain anak dan taman kota juga berhasil diatasi oleh odong-odong. Kami yakin masih banyak profesi dan kreasi warga lainnya di kota-kota Anda yang bisa kita kaji bersama.

Kedua, kami juga ingin memperhatikan sejumlah kreasi-kreasi para perancang dan seniman yang masuk lebih dalam pada isu ruang publik dan warganya. Kami ingin mengapreasiasi praktik-praktik tersebut dengan mengkritiknya. Karya-karya tersebut bisa berupa karya arsitektur, desain produk, seni rupa publik, performance art, teater publik, dan lain sebagainya. Kami mengundang Anda untuk menulis tentang kreasi-kreasi di kota Anda yang dilakukan oleh para perancang maupun seniman, maupun ide-ide segar Anda sendiri dalam menanggapi permasalahan ruang publik kota.

Ketiga, kami ingin membahas hubungan antara wacana publik, ruang publik, dan praktik seni secara luas di ruang publik. Kami mengundang Anda untuk menulis mengenai permasalahan-permasalahan yang melanda hubungan-hubungan tersebut.

Fokus ini akan berlangsung selama November 2010 – Desember 2011. Sepanjang itu, berbagai artikel akan diterbitkan. Keterangan tambahan mengenai penulisan dapat Anda baca lebih lanjut di sini. Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi Anda untuk mengirimkan esai Anda, sekalipun baru berupa abstraksi maupun ide. Kami akan mendiskusikan dan menyuntingnya bersama Anda demi memperkaya bahasan ini. Kami tunggu sambutan Anda.




TENTANG JURNAL KARBON 2010
Jurnal Karbon dalam format online diluncurkan pada 2007 dengan menerbitkan Fokus, sebuah bahasan tematik dalam sejumlah artikel yang terbit beberapa kali dalam setahun. Pada 2008, kami mulai membuka halaman Artikel dan sejumlah kerjasama diskusi dan pameran sejarah dengan institusi lain. Pada 2009, halaman Artikel tersebut kami terbitkan setiap bulan dan kami juga menampilkan halaman Foto sebagai laporan visual-kritis mengenai perkembangan sejumlah kota di Indonesia.

Melalui halaman Artikel dan Foto, kami ingin mengundang pembahasan lebih jauh mengenai permasalahan di berbagai kotaIndonesia, yang tak hanya mencakup Jakarta dan Yogyakarta—seperti yang selama ini kami kerjakan bersama sejumlah penulis. Kami membayangkan jurnal Karbon di masa depan dapat menjadi jendela untuk melihat perkembangan dan wacana perkotaan di Indonesia yang lebih kritis dan kaya pembahasan dari berbagai sudut pandang ilmu, terutama terkait dengan permasalahan ruang publik dan visual kota. Kami akan melakukan lebih banyak kerjasama dengan institusi lain guna mencapai hal ini. Anda pun dapat turut membantu kami dengan berbagi informasi, saran, kritik, maupun kerjasama untuk mempercepat proses ini.

Kami menyadari bahwa sebuah media massa perlu menempuh waktu yang panjang untuk menjadi relevan dan penting bagi publik luas. Tiga tahun adalah masa penjajakan dan lima tahun adalah awalan baru demi relevansi yang lebih luas dan mendalam. Dengan format baru jurnal Karbon sebagai jurnal online, sekalipun telah terbit sejak 2007, kami menganggap bahwa jurnal Karbon baru benar-benar aktif sejak 2009, dengan pengembangan terakhirnya yang kemudian menjadi format yang kami harapkan. Berarti, jurnal Karbon baru memasuki tahun kedua pada 2010 ini. Suatu awal perjalanan baru yang akan menempuh berbagai pengalaman yang menantang.

Mulai 2010, jurnal Karbon membenahi diri. Kami kedatangan seorang redaktur baru, Farid Rakun, seorang arsitek yang akan menjadi rekan diskusi yang intens dan rekan kerja yang tangguh. Selain itu, mulai tahun ini pula jurnal Karbon akan dimeriahkan dengan kolom bulanan yang ditulis oleh Ifan Adriansyah Ismail, seorang penulis yang akan secara segar menuliskan berbagai refleksi kehidupan kota yang terkait dengan film dan program televisi di Indonesia. Kami pun kedatangan seorang redaktur koresponden Yogyakarta, Yoshi Fajar Kresno Murti, seorang penulis dan arsitek, yang akan menjadi mata, telinga, dan pemerhati atas segala hal penting dan menarik yang terjadi di sana.

Pada tahun ini kami meniadakan kegiatan diskusi dan program kerjasama lain. Semua perampingan program ini terpaksa kami lakukan karena keterbatasan dana. Tahun ini, kami belum berhasil mendapatkan pendonor dan sampai sekarang pendanaan jurnal Karbon masih didukung sepenuhnya oleh ruangrupa sebagai penerbit. Ini adalah salah satu masalah yang perlu kami atasi dengan optimistis dan kerja keras di masa depan. Namun, untuk program acara seperti diskusi dan program kerjasama lain, yang dapat dilakukan bersama pihak lain tanpa memerlukan biaya, kerjasama Anda akan kami sambut dengan antusias.

Salah satu bentuk kerjasama yang kami lakukan pada 2010 ini adalah membuka halaman baru, yaitu Bioskop Kita. Halaman ini merupakan hasil kerjasama antara Kineforum, sebuah bioskop alternatif di Jakarta, dan Jurnal Karbon. Di halaman ini kami menampilkan berbagai profil bioskop di Indonesia. Hal ini merupakan program dukungan untuk Pameran Sejarah Bioskop Indonesia yang diadakan setiap tahun di Jakarta. Dengan halaman ini, Anda pun bisa turut berpartisipasi, memotret dan mengumpulkan arsip foto bioskop di kota Anda, menuliskan profil dan pengalaman Anda atas bioskop tersebut, baik bioskop yang sudah tiada maupun yang masih ada. Sehingga, pelan-pelan kita bisa memiliki semua arsip profil bioskop di seluruh Indonesia. Sebuah arsip yang penting karena bioskop adalah ruang menonton, pertemuan, apresiasi, dan diskusi yang sarat sejarah dan kenangan bagi kita semua. Halaman ini juga membuka diri sepenuhnya atas kerjasama lanjutan, baik secara institusi maupun individual.

Mengimbangi semua pengembangan Jurnal Karbon tersebut, kami juga memperbarui halaman websitekami menjadi lebih menarik, lebih nyaman, dan lebih interaktif untuk Anda para pembaca. Kami pun berterimakasih kepada semua penulis yang pernah dan masih setia menulis bersama kami. Semoga segala perubahan dan pengembangan ini dapat berjalan lancar, hal yang kami usahakan untuk terus memberikan tulisan-tulisan terbaik bagi Anda.


 


jurnal KARBON
REDAKTUR  Ardi Yunanto, Farid Rakun, Roy Thaniago
KOLOMNIS  Ifan Adriansyah Ismail
ILUSTRATOR KOLOM  Eko S. Bimantara

REDAKTUR BIOSKOP KITA  Agus Mediarta & Lisabona Rahman
PENERJEMAH  Rani Elsanti & rekan
WEBMASTER  lham Thomas