 |
|
|
|
|
Pada Kamis, 10 Desember 2009, di Taman Menteng, Jakarta Pusat, patung Obama
kanak-kanak diresmikan oleh Wali Kota Jakarta Pusat. Didedikasikan untuk menginspirasi anak-anak Indonesia, patung ini justru “melecehkan logika”, seakan pendidikan
kita mampu menghasilkan seorang Presiden AS. Menghadap monumen Persija yang tampil ala kadarnya, secara ironis patung ini melecehkan sejarah Taman Menteng yang semula adalah Stadion Persija, sebuah pameran permanen atas “kenaifan psikotik” dari pemerintah yang inferior. Ardi Yunanto l Desember 2009
|
|
|
ESAI | 15 November 2009
Revitalisasi Setengah Hati di Koningin van het Oosten
Pradaningrum Mijarto |
Kota Tua Jakarta adalah sang “Ratu dari Timur” yang ditetapkan sebagai cagar
budaya. Namun pada 2008, Taman Fatahillah sempat dijadikan areal parkir untuk
pesta pernikahan besar yang bertempat di Museum Seni Rupa dan Keramik. Pradaningrum
Mijarto, mengulas kondisi “sang ratu” yang tidak jelas, akibat terlalu banyak kepentingan dan ketidakpedulian terhadap upaya
mengembalikan “sang ratu”.
|
|
|
|
|
|
|
HUMOR DI RUANG KOTA |
|
FOKUS 6 | Agustus 2009
Memandang kota dengan humor tanpa menjadi tumor
Pengantar redaktur |
Hidup di kota yang suntuk dan muluk, sesekali kecemasan perlu dilemaskan oleh
humor. Dengan gagah berani, edisi ini memandang kelucuan kota dengan humor. Dari
esai tentang perancang acara komedi di stasiun televisi, kelucuan seluruh layar
kaca itu—tontonan yang bisa kita saksikan di ruang keluarga—bahasan esai lalu
keluar ke jalanan, hingga apa yang direkam kembali kepada kita, untuk kita lihat
di depan layar komputer.
|
|
|
FOKUS 6 | Agustus 2009
Horor + rumor made in televisi Indonesia = Humor
Veven Sp. Wardhana |
Tak perlu mencari tayangan khusus humor di televisi jika ingin terpingkal-pingkal.
Cukup menonton televisi Indonesia, maka segala yang aneh bin ajaib dijamin bisa
membuat kita geli sendiri. Veven Sp. Wardhana, pengamat televisi, menggeledah
keanehan-keanehan itu. Dari mulai film horor yang bisa-bisanya menjadi sinema
reliji, kegilaan infotainmen, istilah-istilah aneh, sampai tayangan sinetron absurd
dan iklan-iklan siluman yang suka menyamar tapi selalu ketahuan.
|
|
|
|
FOKUS 6 | Agustus 2009
Dan tubuh tropismu bertanya-tanya: cuaca apakah ini?
Nuraini Juliastuti |
Di kota yang panas, berjaket atau tidak berjaket kadang memusingkan, terutama
bagi perempuan. Antara berpakaian tertutup lalu panas sendirian atau terbuka lalu
panas ramai-ramai dari sejuta mata yang memandang. Nuraini Juliastuti menceritakan
pengalaman dia dan Ani, temannya, tentang kebiasaan berjaket di Yogyakarta.
|
|
|
FOKUS 6 | Agustus 2009
Keluh-kasih jalanan Jakarta
Evi Mariani Sofian |
Jalanan bisa jadi satu-satunya tempat seorang anak kaya menabrak pejalan kaki
papa, namun ia juga bisa jadi tempat seorang pebisnis mapan tersenyum pada petugas
parkir miskin dan memberinya upah karena mencarikannya tempat parkir yang nyaman.
Evi Mariani menuliskan pengalaman dan pandangannya tentang jalanan Jakarta yang
sebenarnya penuh dengan kasih-sayang jika kita melihatnya dengan hati.
|
|
|
FOKUS 6 | Agustus 2009
Benci tapi rindu, mencaci atau melucu? Sebuah refleksi personal lewat situs web SERASA
Farid Rakun |
Sebuah blog SERASA merekam produk Indonesia yang memplesetkan merk terkenal luar
negeri. Farid Rakun, dari balik layar komputernya, terus bertanya: apakah blog
ini sungguh hendak berbagi kelucuan atau hanya sekadar menertawakan? Atau jarak—berupa
layar komputer, bahkan negara—yang bukan langsung di jalanan tempat foto-foto
itu diambil, yang membuat semua benci menjadi rindu, atau bahkan mencaci bisa
menyamar jadi melucu?
|
|
|
|
|
|
|
|
|
© Copyright 2008. karbonjournal.org |
| |
|
|