KARBON 7 | Januari 2006
KARBON 6 | April 2004
Apresiasi dalam publik, sebagai pemirsa yang merupakan ujung mata rantai dalam sebuah acara seni rupa, menyimpan pertanyaan besar tentang apa yang diharapkan darinya. Antara apresiasi yang berdaya guna bagi kemajuan seni rupa itu sendiri, sebuah komentar keseharian biasa, atau juga satu elemen yang terus-menerus dieksploitasi sebagai nara sumber ide-ide kreatif seniman. Seluruhnya menerbitkan keberjarakan yang nyata, dari mulai lemahnya infrastruktur seni, kurangnya perhatian dalam mengelola perkembangan jangkauan publiknya oleh ruang-ruang seni, juga pemerintah dan akademis yang runtuh sebagai pengharapan satu-satunya fungsi institusi.
Pada edisi ini, Karbon mencoba mendeteksi pecahan-pecahan yang ada dengan mengambil elemen-elemen terdekat dari arti kehadiran pemirsa. Berbagai perbedaan perspektif tersebut tetap tidak menjadikan sejumlah jawaban hadir sebagai rumusan tunggal, namun sebagai elemen yang patut dipandang terpisah sesuai dengan latar, orientasi dan situasi yang ada di dalamnya, baik antara nara sumber dan lingkup pemirsa yang dikelolanya.
Pecahan-pecahan tersebut melingkupi penyelenggara acara seni, pengelola ruang seni dan pemilik galeri, sebagai elemen pemandang yang luas bersama spesifikasi serta isu yang ada demi mengundang pemirsanya. Juga hadir catatan interaksi dalam ruang publik sebagai realitas acara dan pandangan seniman bersama orientasi publik pada karyanya. Catatan lain adalah penghadiran perspektif pemirsa secara langsung dalam memandang seni rupa selama ini; sebuah realitas tak tercatat demi mengkaji kembali sejauh mana seni rupa hadir dalam masyarakatnya.
Farah Wardani & Ardi Yunanto
editor
Farah Wardani adalah seorang penulis dan kurator. Ia pernah menjadi editor jurnal Karbon sampai 2006, dan editor untuk majalah Visual Arts sampai 2007. Saat ini ia menjadi Direktur Eksekutif di Indonesian Visual Art Archives di Yogyakarta.
Ardi Yunanto lahir di Jakarta, 21 November 1980. Setelah lulus dari jurusan Arsitektur di Institut Teknologi Nasional Malang pada 2003, ia kembali ke Jakarta, kota di mana ia dibesarkan. Sejak 2004 bergabung dengan ruangrupa, dan sejak 2007 menjadi redaktur utama untuk www.karbonjournal.org. Selain menulis dengan sangat tidak produktif tentang kota dan seni rupa, ia juga bekerja sebagai peneliti untuk beberapa proyek seni-budaya, editor buku, dan desainer grafis, sambil terus berusaha keras menulis fiksi.



____________________________________________

KARBON 6
Pemirsa
April 2004
Publik seringkali hanya menjadi penonton pasif dalam dunia seni rupa kontemporer. Edisi ini mengambil elemen-elemen terdekat dari kehadiran mereka, meliputi penyelenggara acara, pengelola ruang seni dan pemilik galeri, juga menghadirkan perspektif pemirsa dalam memandang seni rupanya sendiri.
Editor: Farah Wardani, Ardi Yunanto
Desain Grafis: Ardi Yunanto
Sampul: Self Portrait With Ade Darmawan, FX Harsono & Agus Suwage oleh Henry Foundation
Penerjemah: Farah Wardani, Lia Palupi
Dua bahasa, Indonesia & Inggris.
1000 eksemplar.
17 x 22 cm.
84 halaman.
Isi hitam-putih.
Sampul warna.
Rp 35.000
Harga sudah termasuk ongkos kirim untuk di pulau Jawa.
Untuk pemesanan Anda bisa menghubungi editor@karbonjournal.org.





Komentar